Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Oktober 2018 | 15.15 WIB

Mardani Pantang Mundur dari Gerakan #2019GantiPresiden

Inisiator Gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera. Mardani tak bakal gentar dengan insiden penganiayaan Ratna Sarumpaet. - Image

Inisiator Gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera. Mardani tak bakal gentar dengan insiden penganiayaan Ratna Sarumpaet.


JawaPos.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengaku tak akan mundur dari gerakan #2019GantiPresiden. Meskipun koleganya, Ratna Sarumpaet telah mengalami penganiayaan.


Mardani yang juga insiator gerakan ini menduga kasus dugaan pengeroyokan Ratna lantaran dianggap untuk membungkam gerakan yang di inisiasinya itu. Padahal, kata dia, kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi adalah hal yang lumrah.


"Indikasinya seperti itu (membungkam Ratna), kami lihat sejak penghadangan Mba Ratna dan Rocky Gerung acara 2019gantipresiden kami, bagi saya ini sesuatu yang tidak perlu terjadi, siapapun berhak untuk mengemukakan pendapatnya," kata Mardani di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/10).


Kendati begitu, dia mengaku semangatnya tak akan surut untuk tetap menggerakan 2019 Ganti Presiden. Mardani tak khawatir seandainya gerakan yang digagasnya itu membuat dirinya terancam seperti Ratna.


"Kalau saya sudah terjadi, dengan bom molotovnya (di rumah), Neno sudah rusak mobilnya, sampai sekarang belum punya mobil ganti, kasihan itu mbak Neno, tapi kami tidak boleh berhenti karena kami mencintai negeri dengan jalan yang seperti ini," tuturnya.


Tak hanya itu, Mardani juga menganggap selama ini gerakan 2019 ganti presiden telah melakukan pendekatan yang santun. Sebaliknya, gerakan yang disebutnya sebagai gerakan sosial itu tak pernah melakukan persekusi terhadap pilihan orang lain.


"Kami selalu melakukan pendekatan yang santun, 2019 ganti presiden itu gerakan sosial yang ingin negeri ini baik, jadi tidak ada kekerasan tapi persekusi ada, scenary konflik horizontal ada. Kami bersyukur bisa menghindari," pungkasnya.


Sebagaimana diketahui, sampai saat ini memang belum diketahui secara pasti motif dari penganiayaan oleh oknum yang tak dikenal yang menyebabkan muka Ratna penuh lebam. Hanya saja, insiden ini telah membuat psikologis Ratna menjadi trauma.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore