Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Agustus 2017 | 14.22 WIB

Maaf, Polisi Australia Tak Bisa Bantu Ungkap CCTV Rumah Novel

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Polda Metro Jaya masih mengusut kasus penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan. Novel yang merupakan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi itu kini ada di Singapura untuk proses pemulihan matanya yang rusak.


Selama proses penyidikan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menerangkan bahwa mereka sempat meminta bantuan kepolisian Australia atau Australian Polo Federation (APF). Hal itu berkaitan dengan rekaman kamera pengintai atau CCTV yang ada di rumah Novel.


Harapannya, kepolisian Australia bisa membantu agar CCTV bisa terlihat jelas dan wajah pelaku diketahui. Akan tetapi polisi Australia tak mampu dan belum bisa membantu Polri untuk menganalisa CCTV.


"APF telah kami libatkan untuk memeriksa CCTV. Tapi mereka meminta maaf tak bisa menganalisa karena resolusinya rendah," kata dia di Polda Metro Jaya, Kamis (17/8).


Meski begitu, Polri kata dia akan tetap berusaha memeriksa CCTV itu agar wajah pelaku bisa diketahui. Walau memang kata Argo, resolusi CCTV sangat rendah dan gambarnya pecah-pecah. "Kami tetap berupaya. Hari demi hari tetap akan kami lakukan upaya mengungkap itu," tegas dia.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore