
Barang bukti uang suap
JawaPos.com-Satgas Penindakan KPK menciduk tujuh orang pihak yang diduga melakukan transaksi suap, dimana dua diantaranya Irjen Kemendes Sugito dan Auditor BPK atas nama Rochmadi Saptogiri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan suap menyuap yang dilakukan para pihak penyelenggara ini dilakukan untuk mengakali penyusunan standar laporan keuangan di lembaga yang kini dipimpin Eko Sandjojo.
‘’Untuk dapat WTP (wajar tanpa pengecualian), ‘’ tutur sumber internal KPK kepada JawaPos.com. Dengan adanya penyuapan tersebut, maka laporan keuangan pun menjadi baik, sebab, pada tahun lalu, Kemendes , PDT dan Transmigrasi mendapat Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Namun, proses tersebut tak dilakukan gratis. Untuk mengakali laporan keuangan tersebut, pihak Kemendes menggelontorkan uang senilai ratusan juta rupiah. ‘’ Uang suap Rp 240 juta,’’ tutur sumber internal KPK kepada JawaPos.com, Sabtu (27/5).
Selain uang itu, ada juga uang lain yang diterima, namun sumber tersebut enggan menjelaskan secara detail, karena sudah masuk materi perkara. ‘’Ada uang lain, tapi belum jelas duit tapa,’’ jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, KPK dikabarkan melakukan sejumlah pihak dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di beberapa tempat di Jakarta Jumat (26/5) petang. Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, salah satu pihak penyelenggara negara yang ditangkap merupakan, Irjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
‘’ Ya, (Irjen Kemendes yang ditangkap-red), ‘’ tutur sumber internal KPK kepada JawaPos.com. Sumber tersebut menambahkan, penyuapan dilakukan oleh pejabat Kemendes kepada pejabat auditor utama BPK berinisial RS.
Secara terpisah terkait adanya penangkapan yang dilakukan kepada pejabat di lingkungan yang dipimpinnya, Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Sandjojo membenarkannya.’’ Saya dapat informasi salah satu ruang pegawai saya disegel KPK. Saya kirim biro hukum saya ke KPK untuk mendapatkan informasi ,’’ terangnya.
Hal senada juga dikatakan juru bicara KPK febri Diansyah membenarkannya.‘’Ada kegiatan penyidik KPK di lapangan malam ini. OTT dilakukan di Jakarta terkait dengan salah satu penyelenggara negara di salah satu institusi,’’ terang Febri ketika dikonfirmasi JawaPos.com Jumat (26/5).
Namun, kendati telah membenarkan, mantan aktivis anti korupsi tersebut belum bersedia membeberkan siapa saja pihak yang ditangkap, berapa nominal uang suap yang diterima pihak penerima, dan apa motif dari kegiatan suap menyuap yang dilakukan para pihak penyelenggara negara yang menerima suap dan pihak menyuap. Yang pasti katanya, usai diciduk, para pihak ini akan dilakukan pemeriksaan intensif, guna mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukannya.
‘’Tentu kami harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Ada waktu maksmal 1x24 jam. Akan disampaikank perkembangannya, ‘’ jelasnya.(wnd/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
