
Seorang pejalan kaki melintas di depan gedung KPK.
JawaPos.com - Pusat Kajian Keuangan Negara menyayangkan adanya penangkapan Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diduga terkait jual-beli kenaikan status laporan keuangan, dari wajar dengan pengecualian (WDP) ke wajar tanpa pengecualian (WTP).
Direktur Eksekutif Pusat Kajian Keuangan Negara Adi Prasetyo mengatakan, fenomena ini menjadi pukulan sekaligus evaluasi internal bagi lembaga auditif BPK RI dalam menegakkan akuntabilitas sesuai prinsip independensi, integritas dan profesional.
"Patut menyayangkan hal itu (OTT). Apalagi yang ditangkap KPK adalah diduga pejabat yang semestinya menjadi teladan para auditor," ujar Adi dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (27/5).
Ia mengatakan, apabila benar OTT tersebut terkait dengan peningkatan opini laporan keuangan Kemendes-PTDT, maka kementerian tersebut sangat memungkinkan untuk ditinjau ulang. Sebab, pada tahun 2014 dan 2015, Kemendes-PDTT mendapat opini wajar dengan pengecualian (WDP).
Sementara itu, dengan adanya fakta hukum dugaan penyuapan terkait praktik '' jual-beli '' WTP, Pusat Kajian Keuangan Negara merekomendasikan agar pimpinan BPK segera melakukan sidang badan pimpinan. Hal ini dilakukan untuk membahas dan memberi keterangan yang jelas kepada masyarakat terkait fenomena OTT dan sekaligus mengevaluasi opini WTP yang diberikan kepada Kemendes-PDTT.
"Ini menjadi pelajaran penting bagi BPK untuk tidak henti-hentinya melakukan pembenahan internal. Termasuk ke depan e-Audit harus segera diterapkan untuk memperkuat integritas auditor," tegasnya.
Sebelumnya, tujuh orang telah diamankan dalam OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pemberian predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) yang diberikan BPK terhadap Kemendes -PDTT. Salah satu diantaranya, pejabat Kemendes, PDT, dan Transmigrasi, serta dua orang auditor BPK.(cr2/JPG)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
