
ILUSTRASI Buronan terpidana kasus korupsi di Riau diketahui bejibun. Rekap data yang berhasil dihimpun JawaPos.com, menyebutkan masih ada 54 terpidana kasus korupsi Kejati Riau yang hingga saat ini belum diketahui rimbanya. (Pixabay)
JawaPos.com - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial HS sempat buron dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Lewat keterangan resmi pada Jumat (23/1) Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri memastikan bahwa HS sudah berhasil ditangkap di wilayah Turkiye.
Menurut Sekretaris NCB Hubinter Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko, Tim Gabungan Divhubinter Polri menangkap HS pada Rabu (21/1). Dia ditangkap setelah masuk dalam daftar buronan interpol dengan status Red Notice karena melarikan diri ke luar negeri.
”Kami berhasil memulangkan HS, WNI yang menjadi buron Interpol Red Notice yang melarikan diri ke wilayah Turki,” ungkap Untung.
Dari penyelidikan dan penyidikan kasus yang dilakukan oleh Polri, terungkap bahwa HS bukan sekedar pelaku TPPO. Dia berperan sebagai sebagai koordinator utama. Tugasnya mengatur masuknya warga Rohingya ke Indonesia melalui jalur Aceh dan menjadikan Aceh sebagai pintu masuk sebelum para pengungsi tersebut diselundupkan ke negara lain.
”HS bertugas sebagai koordinator untuk memasukkan warga Rohingya melalui jalur wilayah Aceh. Setelahnya, mereka yang berhasil tiba akan kembali diselundupkan ke sejumlah negara lainnya,” kata jenderal bintang satu Polri tersebut.
Polri sudah mengetahui bahwa HS terus memperluas jejaringnya. Dia bergerak sampai ke luar negeri. Tidak hanya ke Indonesia, HS memasukkan pengungsi asal Rohingya ke beberapa negara lain seperti Malaysia dan India. Karena itu, HS menjadi buron interpol.
Untuk menangkap HS, Interpol Indonesia berkoordinasi dengan NCB Ankara dan NCB Singapura. Polisi terus melacak keberadaan buronan tersebut hingga akhirnya ditangkap di Turki. Dari Turkiye, HS dibawa ke Indonesia melalui jalur transit di Singapura.
Polri menegaskan bahwa penangkapan HS adalah bukti keseriusan aparat penegak hukum di Indonesia membongkar jaringan TPPO lintas negara. Proses hukum kasus HS dipastikan terus dikembangkan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam jaringan penyelundupan warga Rohingya ke Indonesia.
”Orang rohingya banyak yang mau keluar dari Bangladesh Di Indonesia transit sebenarnya, dia mau ke Australia. Tujuan utamanya Australia dan Kuala Lumpur Malaysia,” pungkasnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
