
Gedung DPR RI
JawaPos.com - Salah satu teroris dari Majalengka, RPW memiliki laboratorium untuk membuat bahan peledak sesuai pesanan sesama kelompok radikal. Dia bahkan sudah menerima pesanan dari beberapa daerah.
Beruntung sebelum bahan peledak itu sampai ke tangan para pemesan, Densus 88 Mabes Polri sudah bisa menangkap RPW di kediamannya, Desa Girimulya, RT 003 RW 005 Kec Banjaran Kabupaten Majalengka.
Karo Penmas Mabes Polri, Kombes Rikwanto menuturkan tugas RPW yakni hanya membuat ramuan bahan kimia untuk menghasilkan struktur bahan kimia yang bisa menghasilkan bom.
Nantinya bahan kimia itu tinggal ditambah dengan booster seperti paku dan baterai sehingga bisa menjadi bom yang cukup dasyat.
"Barang-barang ini dibuat, nanti pada waktunya, akhir tahun. Sasarannya itu ditujukan kepada gedung DPR, Mabes Polri, Mako Brimob, Kedubes Asing, stasiun televisi tertentu, tempat ibadah dan cafe," kata Rikwanto, Jumat (25/11) di Mabes Polri.
Rikwanto melanjutkan pesanan-pesanan itu datang dari Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara. Untuk membuat pesanan itu, RPW dibantu oleh tiga rekannya yang masih buron namun nama-nama mereka sudah ada di Densus 88.
"Pemesannya itu kelompok-kelompok dalam kaitan kelompok Bahrun Naim. Siapa mereka masih dalam pengembangan. Mereka memang sengaja mendasar simbol-simbol seperti mendasar keramaian dan berani mati. Itu kan gemanya mendunia," tambah Rikwanto.
Sebelumnya, teroris berinisial RPW (24) ditangkap Densus 88 Mabes Polri, Rabu (23/11) pukul 09.00 WIB di Desa Girimulya, RT 003 RW 005 Kec Banjaran Kab Majalengka.
RPW merupakan bagian dari jaringan Bahrun Naim yang di Indonesia. Bahrun Naim merupakan warga negara indonesia yang hijrah ke Suriah untuk membantu Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)?.
Dalam beberapa kali aksi teror, nama Bahrun Naim kerap dikaitkan seperti saat teror bom di Thamrin. Selain itu, nama Bahrun Naim juga disebut memiliki kaitan dengan GRD, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Batam, Jumat (5/8/2016).
Dalam penindakkan hukum pada RPW, Densus 88 juga melakukan penggeledahan di kediaman RPW, hasilnya berbagai bahan pembuatan bom ditemukan disana.
Barang bukti tersebut yakni kristal warna coklat yang disimpan di dalam tuperware, diakui RPW sebagai DNT, asam nitrat, asam sulfat, air raksa, pupuk urea hingga gelas kimia.
Saat ini RPW sudah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat dan ditetapkan sebagai tersangka terorisme. (elf/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
