Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 November 2016 | 20.17 WIB

Teroris Majalengka Rencanakan Bom Gedung DPR Hingga Mabes Polri

Gedung DPR RI - Image

Gedung DPR RI

JawaPos.com - Salah satu teroris dari Majalengka, RPW memiliki laboratorium untuk membuat bahan peledak sesuai pesanan sesama kelompok radikal. Dia bahkan sudah menerima pesanan dari beberapa daerah.



Beruntung sebelum bahan peledak itu sampai ke tangan para pemesan, Densus 88 Mabes Polri sudah bisa menangkap RPW di kediamannya, Desa Girimulya, RT 003 RW 005 Kec Banjaran Kabupaten Majalengka.



Karo Penmas Mabes Polri, Kombes Rikwanto menuturkan tugas RPW yakni hanya membuat ramuan bahan kimia untuk menghasilkan struktur bahan kimia yang bisa menghasilkan bom.



Nantinya bahan kimia itu tinggal ditambah dengan booster seperti paku dan baterai sehingga bisa menjadi bom yang cukup dasyat.



"Barang-barang ini dibuat, nanti pada waktunya, akhir tahun. Sasarannya itu ditujukan kepada gedung DPR, Mabes Polri, Mako Brimob, Kedubes Asing, stasiun televisi tertentu, tempat ibadah dan cafe," kata Rikwanto, Jumat (25/11) di Mabes Polri.



Rikwanto melanjutkan pesanan-pesanan itu datang dari Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara. Untuk membuat pesanan itu, RPW dibantu oleh tiga rekannya yang masih buron namun nama-nama mereka sudah ada di Densus 88.



"Pemesannya itu kelompok-kelompok dalam kaitan kelompok Bahrun Naim. Siapa mereka masih dalam pengembangan. Mereka memang sengaja mendasar simbol-simbol seperti mendasar keramaian dan berani mati. Itu kan gemanya mendunia," tambah Rikwanto.



Sebelumnya, teroris berinisial RPW (24) ditangkap Densus 88 Mabes Polri, Rabu (23/11) pukul 09.00 WIB di Desa Girimulya, RT 003 RW 005 Kec Banjaran Kab Majalengka.



RPW merupakan bagian dari jaringan Bahrun Naim yang di Indonesia. Bahrun Naim merupakan warga negara indonesia yang hijrah ke Suriah untuk membantu Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)?.



Dalam beberapa kali aksi teror, nama Bahrun Naim kerap dikaitkan seperti saat teror bom di Thamrin. Selain itu, nama Bahrun Naim juga disebut memiliki kaitan dengan GRD, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Batam, Jumat (5/8/2016).



Dalam penindakkan hukum pada RPW, Densus 88 juga melakukan penggeledahan di kediaman RPW, hasilnya berbagai bahan pembuatan bom ditemukan disana.



Barang bukti tersebut yakni kristal warna coklat yang disimpan di dalam tuperware, diakui RPW sebagai DNT, asam nitrat, asam sulfat, air raksa, pupuk urea hingga gelas kimia.



Saat ini RPW sudah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat dan ditetapkan sebagai tersangka terorisme. (elf/JPG)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore