Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Januari 2025 | 00.59 WIB

Sebab Kematian Brigjen TNI (Purn) Hendra Hendrawan Ostevan Belum Terungkap, Begini Kata Ahli Psikologi Forensik

Basarnas mengangkat mobil Brigjen TNI (Purn) Hendra Hendrawan Ostevan dari dasar Laut Marunda pada Sabtu (18/1). (Kantor SAR Jakarta)

JawaPos.com-Jenazah Brigjen TNI (Purn) Hendra Hendrawan Ostevan pertama kali ditemukan oleh nelayan pada Jumat (10/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Pensiunan TNI AD dengan pangkat terakhir jenderal bintang satu itu mengapung di Perairan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut).

Hingga Sabtu (18/1), belum diketahui pasti penyebab kematian purnawirawan Angkatan Darat yang pernah berdinas di Badan Intelijen Negara (BIN) itu. 

Baca Juga: 8 Perilaku Sederhana Ini Mengungkapkan Banyak Hal tentang Pengalaman Masa Kecil Seseorang

Menurut ahli psikologi forensik Reza Indragiri, ada kemungkinan Brigjen Hendra Hendrawan bunuh diri. ”Kemungkinan itu ada,” kata dia kepada JawaPos.com. Meski aparat kepolisian menemukan sejumlah kartu identitas pada jenazah korban, Reza menyatakan bahwa hal itu tidak lantas bisa menjadi dasar penyebab kematian Hendra bukan karena bunuh diri. Dia menyebut, seseorang bisa memutuskan untuk bunuh diri hanya dalam hitungan menit. 


Merujuk beberapa peristiwa bunuh diri, Reza menyampaikan bahwa ada beberapa tahap sampai korban bunuh diri meninggal dunia. Yakni Idea, Plan, Attempt, dan Death. ”Dalam sekian banyak peristiwa bunuh diri, sejak Idea hingga Attempt hanya butuh beberapa puluh menit. Bahkan ada yang cuma sepuluh menit,” ungkap dia. Menurut Reza, waktu dalam mata rantai Idea, Plan, Attempt, dan Death tampak pula pada Brigjen Hendra. 

”Indikasinya adalah pemilihan cara mengemudi kendaraan dan membawa sejumlah kartu identitas. Dia seakan sebelumnya punya niat untuk mengakhiri hidup,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiardy Marasabessy menyampaikan bahwa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) menunjukkan korban berkendara seorang diri. ”Dari beberapa CCTV yang kami dapatkan, terlihat korban nyetir sendiri,” kata dia pada Kamis (16/1). Pihak keluarga juga membenarkan hal itu, korban berkendara ke Tangerang untuk mengurus tanah.

”Dari rumah, berdasarkan keterangan keluarga ke Tangerang. Dari situ berdasarkan analisa IT,  korban ini berputar-putar sampai ke Bogor, ke Senen, ujungnya ke Cilincing, terakhir ke Marunda tersebut,” terang Ressa. 

Perwira menengah Polri dengan dua kembang di pundak itu menyampaikan bahwa pihak keluarga sudah memastikan korban tidak memiliki musuh dan tidak punya masalah. ”Tapi, kami masih mencari juga orang terakhir yang bertemu korban,” imbuhnya. Menurut dia hal itu perlu dilakukan sebagai bagian dari pendalaman. Termasuk soal urusan tanah yang disampaikan oleh pihak keluarga. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore