Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Januari 2023 | 02.59 WIB

Farhat Abbas Sebut Hakim yang Tangani Kasus Sambo Harus Jaga Jarak

Farhat Abbas - Image

Farhat Abbas

JawaPos.com - Nama Hakim Wahyu Imam Santoso belakangan cukup santer diperbincangkan publik setelah ia dilaporkan oleh terdakwa Kuat Ma'ruf terkait sidang kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Wahyu dilaporkan ke Komisi Yudisial karena dianggap melanggar kode etik dengan menyebut Kuat Ma'ruf sebagai orang yang buta dan tuli.

Baru-baru ini, praktisi hukum Farhat Abbas ikut menyoroti gerak-gerik Wahyu Imam Santoso. Menurut Farhat, Wahyu Imam diduga mengunjungi rumah sakit dan disuntik oleh eks Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto didampingi seorang wanita, dikutip dari POJOK SATU.

Saat dikonfirmasi POJOK SATU, Farhat Abbas mengatakan bahwa video Hakim Wahyu sedang berobat itu diunggah oleh seorang akun wanita yang diketahui memiliki akun media sosial @dewinta231. Wanita tersebut, menurut Farhat, juga selalu hadir dalam persidangan kasus Ferdy Sambo yang dipimpin oleh Wahyu.

“Saya URL satu per satu sudah simpan, takutnya kita dibilang memfitnah. Saya kalau bicara harus ada (data), nggak gosip,” kata Farhat saat dihubungi, belum lama ini.

Dengan beredarnya video tersebut, Farhat menuturkan bahwa ia ingin mengingatkan Wahyu yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan supaya menjaga jarak dengan siapa pun selama menangani perkara pembunuhan Brigadir J.

Ia khawatir, keberadaan wanita tersebut bisa membuat Wahyu menjadi bias dalam mengambil keputusan dan akhirnya menjatuhkan vonis yang salah.

“Kita ini kan praktisi hukum. Melihat adanya video Instagram begitu, kami minta supaya hakimnya (Wahyu) menjaga jarak dengan pihak-pihak tertentu. Apa perannya dia (sang wanita) di situ? Dia kan selalu hadir di persidangan. Dari keterangannya di situ (Instagram) ada kan,” jelas dia.

“Saya cuma mengingatkan saja, kecuali tidak ada postingan. Kan Instagram ini (ranah) umum. Itu kan bahaya. Memang sengaja wanita itu posting kok, bahwa dia dekat dengan hakim. Kalau tidak ada posting-posting di atas, semua akan tampak normal dan biasa. Karena postingan pribadi dan tabu, jadi merepotkan diri mereka sendiri. Apa yang mereka buat dipetik dan diketik orang," tutup Farhat.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore