Ilustrasi kopi hitam/ Sumber: Freepik.com/stockking
JawaPos.com – Awal bulan ini, terjadi kasus seorang remaja yang tewas setelah meminum kopi yang diseduh oleh bapaknya sendiri. Kejadian ini terjadi di Pacitan, tepatnya di Dusun Mekarsari, Desa dan Kecamatan Sudimoro.
Dilansir dari Radar Madiun (JawaPos Group) peristiwa itu terjadi pada hari Jumat (5/1). Kasus mencuat ketika ibu dari korban membuat laporan ke polres setempat. Ibu korban yang berinisial S merasa janggal lantaran anaknya yang berinisial M (14 tahun) tewas usai minum kopi.
Berdasarkan kesaksian dari S, suaminya yang berinisial T menyeduh dua gelas kopi. Satu gelas kopi hitam untuk T sendiri, sementara satu gelas kopi saset merk NC diberikan untuk M (korban).
Usai minum kopi, lima menit berselang korban mengeluhkan rasa pahit pada kopi yang diseduh dan diberikan ayahnya itu. Korban juga mengatakan rasa kopi saset itu berbeda dari kopi saset biasanya.
Keterangan serupa datang dari bibi korban yang berinisial SM, ia mengatakan bahwa setelah sempat mengeluh tentang rasa kopi yang berbeda itu keponakannya merasakan pusing di kepalanya.
“Setelah itu keponakan saya merasakan pusing di kepalanya” ungkapnya dikutip dari Radar Madiun (JawaPos Group) pada Senin (15/1).
Ia melanjutkan bahwa korban sudah diberi minum air dan memaksa memuntahkan isi perutnya dengan cara memasukkan jari tangan ke tenggorokan. Tetapi korban tiba-tiba jatuh dan kejang-kejang. Tak hanya itu, dari mulut korban juga keluar cairan berwarna bening
Korban yang masih duduk di bangku kelas VIII pada salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) itupun diberikan pertolongan medis dengan cara dilarikan ke Puskesmas Sudimoro.
Namun, sayang nyawa korban tak terselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju puskesmas.
SM selaku bibi tak percaya jika keponakannya meninggal dengan cara wajar. Ia mempertanyakan apa yang terkandung dalam kopi yang diminum keponakannya sehingga membuatnya meninggal setelah meminumnya.
“Kalau kopi biasa tidak mungkin dalam waktu lima menit langsung kejang-kejang dan meninggal seperti itu” ucap SM.
Kepolisian dari Polres Pacitan yang menangani kasus itu menindaklanjuti laporan dengan melakukan upaya ekshumasi atau bongkar kubur korban untuk pemeriksaan mayat di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur.
Dalam menangani kasus yang dalam perkembangannya disebut sebagai Kopi Maut ini kepolisian sepertinya masih mendalami penyelidikan kasus. Untuk saat ini polisi masih fokus pada pemeriksaan saksi serta pengumpulan barang bukti.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
