
MENINGGAL DI LAUT: Tim SAR mengevakuasi sejumlah jenazah korban dalam tragedi ritual Kelompok Tunggal Jati di Nusatanra di Pantai Payangan, Jember, kemarin (13/2). (JAWA POS RADAR JEMBER)
Photo
EVAKUASI LANJUTAN: Jenazah korban ritual berujung maut di Pantai Payangan diangkut menuju Puskesmas Ambulu, Jember, kemarin. (JAWA POS RADAR JEMBER)
Namun, peringatan itu tak didengarkan. Memasuki pukul 00.30, mereka bersemedi, lalu mandi di bibir pantai. ”Setelah kami berbicara dengan ketua kelompoknya, itu ritual untuk menenangkan diri. Mayoritas berasal dari sekitar Jember kota seperti Panti, Sukorambi, Patrang, dan Ajung,” jelas Kapolsek Ambulu AKP Makruf.
Tak semua anggota rombongan langsung ikut ritual. Ada empat orang yang menunggu giliran di gazebo.
Dan, petaka pun benar-benar datang. Ombak besar datang tanpa permisi, seketika menggulung para jemaah yang tengah bersemedi di bibir pantai itu. Yang sempat melihat datangnya ombak seketika berlari dan meminta pertolongan warga. Namun, banyak yang tak sempat menyelamatkan diri dan terseret ombak hingga ditemukan tewas kemarin siang.
Payangan bertetangga dengan dua destinasi wisata terkenal di Jember: Pantai Watu Ulo dan Tanjung Papuma. Secara umum, pantai selatan Jember yang menghadap Samudra Hindia itu memang dikenal berombak ganas dan telah berkali-kali menelan korban.
Pada 23 Maret 2021, misalnya, ada empat kapal yang karam dihajar ombak di Plawangan Puger dan mengakibatkan kru salah satu kapal hilang. Kira-kira setahun sebelumnya, tiga jukung hancur di tempat yang sama.
Di instalasi gawat darurat (IGD) Puskesmas Ambulu, jarum infus masih menempel di lengan kiri M. Feri Luhur Febrianto. Sesekali, salah seorang korban selamat ritual di Pantai Payangan itu memegangi perutnya karena terasa sakit setelah bagian tubuhnya dihantam ke karang di sekitar Bukit Samboja.
Photo
BERBAGAI KALANGAN: Beberapa korban setelah dievakuasi. Para anggota Kelompok Tunggal Jati Nusantara berasal dari beragam kalangan di Jember dan sekitarnya. (JAWA POS RADAR JEMBER)
Dari bed perawatan, dia memanggil anggota keluarga yang saat itu berada di luar ruang IGD puskesmas. Dia meminta makanan lantaran perutnya lapar. Saudaranya langsung berlari mencari makanan dan balik membawa roti. Feri sedikit demi sedikit mulai memakannya.
”Saya sudah sekitar setahun sering melakukan ritual yang dipimpin Nurhasan, asal Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi (Kabupaten Jember),” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Awalnya, dia ikut ritual karena ingin menenangkan diri saja. ”Sebelumnya, tubuh saya ini gemuk, tapi setelah ikut ritual menjadi kecil alias kurus. Saya memang niat menguruskan badan,” ucapnya.
Dia sudah setahun lebih menjadi anggota Kelompok Tunggal Jati Nusantara. ”Ikut ritualnya sebulan dua kali. Bukan hanya di Jember, tapi juga di Banyuwangi,” katanya.
Tim SAR Rimba Laut binaan Polairud Polres Jember bersama Basarnas dan anggota Polsek Ambulu beserta polairud bersama-sama melakukan pencarian. Korban meninggal terakhir ditemukan pada pukul 11.45, hampir 24 jam sejak ritual dimulai.
Nurhasan lolos dari maut. Namun, Polres Jember belum melakukan pemeriksaan lebih jauh terhadap pria 35 tahun itu. ”Sementara diketahui, ritual itu untuk menenangkan diri. Namun, hal itu masih kami dikembangkan lagi,” ujar Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo di lokasi kejadian.
Photo
BEROMBAK TINGGI: Pantai Payangan, Jember, lokasi ritual Kelompok Tunggal Jati Nusantara sebelum terseret ombak kemarin (13/2). (JAWA POS RADAR JEMBER)
Mengapa kelompok tersebut nekat beritual kendati sudah diperingatkan soal ombak tinggi? Itu tugas polisi untuk mencari tahu. Namun, apa pun alasannya, duka lara kadung terkembang.
Di Puskesmas Ambulu, Kasiman hanya bisa menarik napas lega karena setidaknya jenazah sang menantu yang baru dua tahun menikahi putrinya telah ditemukan. ”Dia baru mulai bikin rumah, baru dapat fondasinya. Ya, inilah takdir Allah,” tuturnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
