
Direktur Lokataru Foundation, Haris Azhar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/3).
JawaPos.com - Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar menegaskan bahwa penanganan kasus Jiwasraya dan ASABRI sampai saat ini belum tuntas. Terlebih, kasus tersebut masih disidang oleh jajaran Kejaksaan Agung.
Pernyataan ini disampaikan Haris menanggapi Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga terkait proses hukum perkara Jiwasraya hingga ASABRI. Sebab Arya menyampaikan, BUMN turut melaporkan pihak Direksi ASABRI dan Jiwasraya.
“Mana dokumen terkonsolidasi yang memotret semua penyelesaian itu? Nggak ada. Apa buktinya? Itu masih ada penundaan bayar kepada nasabah, saya pikir itu banyak komplain dari pihak ketiga (korban),” kata Haris, belum lama ini.
Haris menyampaikan, kasus Jiwasraya dinilai menimbulkan sengkarut yang tak berujung. Karena, banyak pihak ketiga menjadi korban lantaran kehilangan haknya.
Dia menyebut, ini juga belum termasuk pada perusahaan-perusahaan lain yang terhubung dengan pelaku dalam kasus-kasus tersebut, yang sebenarnya tidak ada kaitannya secara hukum. Dia tak memungkiri, sengkarut korupsi di Jiwasraya dan ASABRI melukai para korban dari pihak ketiga.
"Saya mau bilang itu gaya-gaya politisi, bukan pejabat negara. Gaya politisi yang mengklaim keberhasilan, menurut saya ini tidak arif dan menyakiti para korban yang menabung di Jiwasraya dan Asabri. Pada kenyataannya pihak ketiga kesulitan menikmati tabungan mereka,” ucap Haris.
Aktivis HAM ini pun menyatakan, sudah banyak kerugian dialami pihak ketiga yang berurusan dengan BUMN. Menurutnya, dalam kasus Jiwsraya dan Asabri, pemerintah hanya sebatas ingin menegakkan hukum, tetapi tidak melihat efek panjangnya kepada para korban.
“Ada banyak pihak ketiga yang kehilangan haknya gara-gara pemerintah sekadar mau menegakkan hukum, tapi tidak ada perlindungan terhadap pihak ketiga,” cetus Haris.
Oleh karena itu, Haris menyesalkan pemerintah sulit menerima masukan atau fakta-fakta yang ada di lapangan. Sehingga akan terus menimbulkan gelombang kritik.
“Gaya rezim ini, cepat atau lambat akan memunculkan protes dan kritik dari banyak pihak, termasuk dari dalam lingkungan pemerintahan sendiri,” pungkas Haris.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
