Edward Omar Sharif Hiariej
JawaPos.com - . Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi Rp7 Miliar. Surat perintah penyidikan Eddy Hiariej sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi senilai Rp 7 miliar telah ditandatangani oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dua pekan lalu.
Eddy terjerat perkara rasuah usai dilaporkan oleh ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso ke KPK atas dugaan suap dan gratifikasi senilai Rp 7 miliar.
Perjalanan karir Eddy Hiarij begitu moncer sebelum menjadi tersangka kasus suap dan gratifikasi. Yakni menjadi dosen hingga menjadi Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) di Kabinet Indonesia Maju.
Dilansir dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenkumham, Eddy merupakan sosok Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ia dilahirkan di Maluku, 10 April 1973.
Lulus di jenjang sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 1992, ia melanjutkan studi jenjang sarjannya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1993 hingga lulus tahun 1998.
Ambisinya untuk menempuh pendidikan tak hanya di jenjang Sarjana saja, tahun 2002 dia menempuh pendidikan Magister di FH UGM.
Di fakultas dan kampus yang sama pula, dia meraih gelar doktor pada tahun 2009. Karirnya di dunia pendidikan makin naik, tahun 2010 dia dilantik sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Pidana UGM di usia 37 tahun.
Capaiannya sebagai Guru Besar merupakan pencapaian tertinggi di dunia akademisi baginya, apalagi usianya masih muda pada waktu itu.
Karirnya makin moncer tak hanya di dunia akademisi saja. Di kabinet Indonesia Maju, dia dilantik oleh Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM. Ia dilantik pada 23 Desember 2020. Sebelum itu, Eddy Hiarij juga kerap wara-wiri jadi saksi ahli yang kerap dihadirkan para terdakwa berbagai perkara.
Sebelum menjadi Wamenkumham, Ia juga pernah menjabat sebagai Asisten Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UGM, tahun 2002 hingga 2007.
Dan saat ini dia masih aktif menjadi desen di FH UGM sekaligus Wamenkumham di kabinet Indonesia Maju.
Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin pula menerpanya. Karir Eddy Hiarij tampaknya akan terhenti usai dia terlibat kasus dugaan suap dan gratifikasi.
Dugaan ini berawal dari laporan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso terkait dugaan penerimaan gratifikasi Rp 7 miliar pada 14 Maret 2023.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
