
Ilustrasi Pungli
JawaPos.com - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memecat tiga pegawai BP3MI Banten. Ketiganya tertangkap tangan oleh tim Kejaksaan Negeri Tangerang, atas dugaan tindak pidana korupsi.
Ketiga oknum pegawai BP3MI Banten tersebut berinisial HP yang merupakan PNS Golongan III/b sebagai Pengantar Kerja Ahli Pratama yang juga merupakan Ketua Tim Pos Pelayanan dan Pelindungan PMI; serta dua orang staf berinisial MT, PPNPN dengan jabatan Operator Administrator Group B dan JS, PPNPN dengan jabatan Pengemudi.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan selain memecat ketiga pegawai, pihaknya juga mencopot Kepala BP3MI Provinsi Banten Dharma Saputra. Ia menilai, Kepala BP3MI Porvinsi Banten tidak mematuhi perintah atasannya.
"Saya akan mencopot hari ini, Kepala BP3MI Provinsi Banten, Dharma Saputra sebagai bentuk tanggung jawab sebagai Kepala yang membawahi Bandara Soekarno-Hatta," kata Benny dalam keterangan tertulisnya.
Benny mengatakan, 3 orang oknum pegawai BP3MI Banten tersebut ditangkap oleh Kejaksaan Negeri Kota Tangerang atas dugaan tindak pidana korupsi pada Rabu (18/10). Ketiganya melakukan pungutan liar kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, dengan membuka layanan money changer dengan kurs tidak sesuai dengan nilai tukar semestinya.
"Jadi membuka money changer atas nama petugas ini juga satu kesalahan," kata Benny.
Dari keterangan tim Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, oknum sindikat pegawai BP2MI ini telah beroperasi selama 2 tahun dan terakhir mereka melakukan kepada 17 PMI yang dideportasi dari Arab Saudi pada 4 Oktober 2023. Dari operasi tersebut telah diamankan sebanyak 100 juta lebih dari hasil transaksi.
"Atas kejadian tersebut, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas kerja-kerja penegakan hukum yang dilakukan tim Kejaksaan Negeri Tangerang," ucapnya.
Benny menegaskan semangat untuk memberantas sindikat dan mafia, sejalan dengan semangat BP2MI untuk memerangi sindikat penempatan ilegal, bukan hanya oknum di luar BP2MI, namun yang lebih penting di internal BP2MI. Sedangkan penangkapan ini semakin memberikan penguatan dan keyakinan, bahwa oknum ada di semua instansi termasuk di BP2MI.
"Atas kejadian itu, Saya akan mengambil tindakan keras kepada ketiga oknum pegawai BP2MI tersebut, saya langsung menurunkan tim yang dikepalai inspektorat BP2MI untuk melakukan investigasi khusus, dan saya tidak segan-segan segera memberhentikan yang bersangkutan," tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
