Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 September 2023 | 16.32 WIB

Terkait Ada Siswa Pingsan dan Bayi Meninggal Akibat Bentrokan di Pulau Rempang, Polri: Hoaks!

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan Pimpinan ponpes Al-Zaitun Panji Gumilang di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (8/8/2023). - Image

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan Pimpinan ponpes Al-Zaitun Panji Gumilang di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (8/8/2023).

JawaPos.com - Mabes Polri memastikan tidak ada siswa pingsan maupun bayi meninggal akibat bentrokan di Pulau Rempang, Batam. Hasil pengecekan di lapangan kabar tersebut dipastikan keliru.

"Terkait dengan informasi-informasi yang berkembang yang menyampaikan adanya beberapa siswa pingsan, bahkan ada yang menyebutkan ada bayi meninggal dunia itu adalah tidak benar," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, Sabtu (9/9).

Ramadhan memastikan tidak ada korban jiwa dalam bentrok tersebut. Polri pun menekankan kasus terebut diselesaikan secara dialog.

"Tentu kita akan mengedepankan dialog. Kita akan menjembatani warga masyarakat dengan pihak BP Batam. Tentu aparat kepolisian dalam hal ini membantu kebijakan-kebijakan yang tujuannya adalah untuk kepentingan-kepentingan masyarakat," jelasnya.

Pulau Rempang mengalami situasi mencekam usai aparat gabungan TNI dan Polri merangsek masuk ke perkampungan warga di wilayah yang ada di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Kamis (7/9) malam. Bahkan, dikabarkan aparat memaksa masuk wilayah Rempang.

Peristiwa itu terjadi bertepatan dengan acara Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut Kepala Negara asing pada acara penutupan KTT ke-43 ASEAN 2023 di Jakarta. Peristiwa di Pulau Rempang dinilai mempermalukan Presiden Jokowi di mata sejumlah kepala negara asing.

"Peristiwa dimana warga Pulau Rempang kedatangan seribuan anggota Polri, TNI, dan Satpol PP, melakukan kekerasan fisik, berdarah-darah hingga puluhan korban anak sekolah dan orang dewasa dianiaya sehingga harus dilarikan ke rumah sakit, bukan peristiwa biasa tanpa motif politik, akan tetapi patut diduga ada agenda politik busuk yaitu mempermalukan Presiden Jokowi selaku tuan rumah KTT ke 43 Asean 2023 di Jakarta," kata kuasa hukum warga Pulau Rempang, Petrus Salestinus dalam keterangannya, Jumat (8/9).

Petrus menyebut kebijakan Badan Pengusaha (BP) Batam yang menggunakan aparat Kepolisian, TNI-AL, dan Satpol PP Kota Batam dengan melakukan kekerasan fisik dan tidak berperikemanusiaan merupakan tindak kriminal dan melanggar HAM. Petrus menyayangkan peristiwa itu terjadi saat Indonesia menjadi keketuaan ASEAN di Jakarta.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore