Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Agustus 2023 | 20.40 WIB

Begini Cara Waliyin dan RD Habisi hingga Mutilasi Redho Tri Agustian

Tersangka Waliyin saat rekonstruksi pembunuhan terhadap Redho Tri Agustian. - Image

Tersangka Waliyin saat rekonstruksi pembunuhan terhadap Redho Tri Agustian.

JawaPos.com – Waliyin dan RD, tersangka pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap mahasiswa UMY yakni Redho Tri Agustian telah menjalani proses rekonstruksi atau reka adegan kasus pembunuhan tersebut pada Selasa (8/8). Adapun proses reka adegan dilakukan di rumah kos Waliyin, di RT.04 RW.19 Dusun Krapyak, Kecamatan Triharjo, Sleman, Jogjakarta.

Menurut keterangan polisi, mulanya rekonstruksi rencananya dilakukan di tiga titik berbeda. Namun karena alasan tertentu, seluruh adegan akhirnya dilakukan di satu lokasi saja, yakni di rumah kos Waliyin.


Dilansir dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), Rabu (9/8), dalam proses rekonstruksi yang berlangsung selama dua jam itu, Waliyin dan RD melakukan sebanyak 49 adegan, mulai dari menjemput korban di Bantul hingga mutilasi dan membuang jasadnya.

Mulanya, kedua pelaku mengobrol di rumah kos milik Waliyin. Kemudian Waliyin berangkat untuk menjemput korban di tempat tinggalnya yang berada di Kasihan, Bantul, dan membawanya ke kos Waliyin yang berada di Sleman.

Setelah sampai di kos, korban dan pelaku RD sempat mengobrol, sementara Waliyin keluar untuk mencari makan di angkringan. Pelaku RD kemudian melepas pakaian korban, lalu mengikat tangan dan kaki, serta menutup mulut korban dengan lakban.

Baca Juga: Setelah Makan Sering Ngantuk, Berikut Penjelasannya  

Menurut polisi, RD dan korban melakukan aktivitas skin yang disinyalir sebagai kekerasan. Dirinci oleh Direskrimum Polda DIJ, Kombes Pol FX Endriadi, pelaku melakukan kekerasan dengan menali, memukul dan mencekik korban.

Tindakan tersebut membuat korban meregang nyawa. Keduanya lantas menggotong tubuh korban dan lalu memotongnya menjadi beberapa bagian. Setelah itu, potongan tubuh korban direbus dengan tujuan menghilangkan bau dan sidik jari atau jejak.

Usai direbus, potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam lima kantong plastik dan membuangnya ke beberapa titik, yang mana kemudian menjadi lokasi penemuan pertama yakni di Kapanewon Turi. Sementara di lokasi kedua, yakni di Sungai Krasak, Tempel, pelaku mengubur kepala korban.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore