Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Maret 2019 | 02.20 WIB

BNN ke Prabowo: Kok Kartel, Seperti Pablo Escobar Saja

BNN meralat pernyataan Prabowo soal 72 kartel narkoba di Indonesia. Menurut BNN, jaringan narkoba di Indonesia bukanlah kartel. - Image

BNN meralat pernyataan Prabowo soal 72 kartel narkoba di Indonesia. Menurut BNN, jaringan narkoba di Indonesia bukanlah kartel.

JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak sepakat dengan pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Yakni soal adanya 72 kartel narkoba di Indonesia.


Kepala Humas BNN, Sulistyo Pudjo mengatakan, jaringan kartel kekuatannya lebih besar. Sementara bandar atau jaringan narkoba di Indonesia tidak demikian.


"Kok kartel, ini seperti Pablo Escobar (gembong narkoba di Kolombia). Kalau kartel itu seakan-akan melewati kekuatan negara lah. Kartel ini lebih kuat dari negara. (Jaringan di Indonesia) ini tidak," ujar Sulistyo kepada JawaPos.com, Sabtu (9/3).


Sulistyo juga meralat pernyataan Prabowo soal 72 kartel narkoba. Jumlahnya justru lebih dari itu, tapi bukan kartel.


"Ada sekitar 80 jaringan di Indonesia. Kami sudah punya data-datanya. Kalau jaringan itu bergerak, BNN segera melakukan penangkapan," tegas dia.


Sulistyo memaparkan bahwa dalam hal melakukan penindakan, BNN tak asal tangkap. Sekalipun pihaknya memiliki data seputar jejak hitam mereka.


‎"Nangkap ini kan harus ada bukti. Kalau ada jaringan diciduk, harus orang dengan barang buktinya. Kalau main tangkap enggak ada barang bukti, ya nuduh orang. Sia-sia," pungkasnya.


Sebelumnya, Prabowo menyampaikan pidato di kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) pada Jumat (8/3). Prabowo awalnya berbicara soal bahaya narkotika yang menggerogoti generasi muda Indonesia. Prabowo lantas menyampaikan data BNN sampai 2015.


"BNN sendiri mengatakan bahwa sampai 2015, pengguna narkoba itu 5,9 juta. Tapi nggak ada data dari 2016, 2017, dan 2018. Tapi kalau lihat kenaikan data penambahan sama, kemungkinan 8 juta," jelas Prabowo.


"Delapan juta anak-anak kita kena narkoba. Berarti bayangkan lebih besar dari penduduk Singapura. Kalau diteruskan 10 tahun lagi, bagaimana, mau? Dua puluh juta anak-anak kita candu narkoba," lanjut dia.


Prabowo lantas mengatakan saat ini ada 72 kartel narkoba masuk ke dalam negeri. Prabowo menegaskan jumlah tersebut berdasarkan data yang dia terima dari BNN.


"Dari BNN sendiri, kepolisian, mengatakan ada 72 kartel internasional masuk Indonesia. Saya pakai semua data resmi, saya tidak ngarang, saya tidak berani bikin hoaks-hoaks," pungkas Prabowo.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore