Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2015 | 05.26 WIB

Siapkan Sanksi untuk Polisi, Kompolnas Turun ke Lumajang

SIMPATIK: Mahasiswa dan warga melakukan unjuk rasa simpatik di depan Balai kota malang terkait kematian Salim Kancil, aktivis penolak tambang Lumajang yang tewas dianiaya. - Image

SIMPATIK: Mahasiswa dan warga melakukan unjuk rasa simpatik di depan Balai kota malang terkait kematian Salim Kancil, aktivis penolak tambang Lumajang yang tewas dianiaya.

JawaPos.Com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) tengah memertimbangkan rekomendasi tentang sanksi untuk Polda Jawa Timur lantaran dianggap kurang antisipatif terhadap laporan warga yang merasa terintimidasi oleh pihak yang terganggu dengan penolakan atas aktivitas pertambangan pasir di Desa Selok Awar-Awar, Pasirian, Kabupaten Lumajang. Rekomendasi sanksi itu akan dilayangkan ke Presiden Joko Widodo.





Komisioner Kompolnas M. Nasser menyatakan, pihaknya pernah menerima laporan soal lambannya penanganan jajaran Polres Lumajang atas laporan warga di Pasirian yang mendapat ancaman pembunuhan. Karenanya, Nasser akan langsung ke Lumajang untuk menghimpun fakta di lapangan.



"Kami memang ada dapat laporan itu, besok (1/10) saya akan langsung terbang ke sana (Kabupaten Lumajang) untuk cek TKP," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com Selasa (30/9).



Nasser menjelaskan, apabila nantinya memang ditemukan kelalaian di lapangan, maka Kompolnas siap membuat rekomendasi sanksi melalui Menkopolhukam untuk disampaikan ke Presiden Joko Widodo. Karenanya, Nasser juga akan berkomunikasi secara langsung dengan kepolisian dan warga setempat untuk mencari kebenaran apa sebenarnya yang terjadi di lapangan.



"Yang pasti besok saya akan ke sana," tuntasnya.



Sebelumnya Kapolri Jenderal Badrodin Haiti juga sudah memberikan perhatian khusus pada kasus pembunuhan terhadap petani bernama Salim dan penganiayaan atas Tosan. Salim dan Tosan merupakan warga Desa Selok Awar-Awar yang menolak pertambangan pasir di desanya.



Jasad Salim ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Sedangkan Tosan yang menjadi korban penganiayaan kini dirawat di sebuah rumah sakit di Malang dengan penjagaan kepolisian.(elf/JPG)

Editor: Husain
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore