Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 15.08 WIB

Fadli Zon Berduka atas Wafatnya Legenda Musik Indonesia Titiek Puspa

Kebersamaan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan Titiek Puspa semasa hidup. (Humas Kementerian Kebudayaan) - Image

Kebersamaan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan Titiek Puspa semasa hidup. (Humas Kementerian Kebudayaan)


JawaPos.com - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya komposer dan penyanyi legendaris Indonesia, Titiek Puspa. Sang Legenda tutup usia pada Kamis (10/4), pukul 16.25 WIB, di RS Medistra, Jakarta.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun... Indonesia kehilangan sosok yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan seni musik nasional selama lebih dari enam dekade. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan diberi tempat terbaik di sisi-Nya. Husnul khotimah, Al-fatihah,” tuturnya, Kamis (10/4). 

Sosok Titiek Puspa dikenangnya sebagai tokoh penting yang sangat berpengaruh dalam perjalanan musik Indonesia modern. Yang mana, kiprahnya sebagai penyanyi, pencipta lagu, dan pelaku seni telah membentuk dasar penting bagi musik Indonesia. Titiek Puspa juga disebutnya telah memberikan warna, makna, dan kekuatan bagi industri musik Tanah Air hingga terus berkembang. 

Kontribusi sang penyanyi pun dinilainya sangat besar dalam membentuk selera musik nasional dan memperkuat posisi musik Indonesia di ranah budaya popular. Karenanya, lanjut dia, Indonesia benar-benar berduka atas kepergian sang legenda dan pelaku sejarah kebudayaan nasional.

“Ibu Titiek Puspa adalah salah satu figur paling berpengaruh dalam industri musik tanah air. Beliau tak hanya menulis dan menyanyikan lagu-lagu yang melekat dalam memori kolektif bangsa, tetapi juga menjadi inspirasi dan membuka jalan bagi banyak generasi untuk berkiprah di panggung seni Indonesia,” paparnya. 

Fadli pun teringat pertemuan terakhirnya dengan almarhumah pada 28 Januari 2025 lalu. Dirinya sempat menyampaikan kekagumannya atas semangat dan kejernihan pemikiran Titiek Puspa, yang saat itu masih aktif berdiskusi dan berbagi pandangan tentang seni dan kebudayaan.

Menurut dia, di usia 87 tahun, Penyanyi lagu Kupu-kupu Malam ini begitu bersemangat dan penuh inspirasi. Hingga kahirnya, keduanya pun berdiskusi panjang tentang sejarah musik Indonesia dan masa depan kebudayaan Indonesia. 

“Selamat jalan, Mbak Titiek... Seorang komposer, penyanyi, dan seniman besar yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah musik Indonesia. Terima kasih atas pengabdian dan kontribusi beliau untuk bangsa,” sambungnya. 

Ia menegaskan, meski telah tiada, tapi warisan Titiek Puspa akan terus hidup. Karyanya abadi, dalam kontribusinya terhadap industri musik, dan dalam semangat perjuangan seniman perempuan Indonesia. 

Titiek Puspa memulai kariernya sejak usia muda sebagai juara Bintang Radio 1954 di Jawa Tengah, sebelum kemudian menorehkan sejarah panjang sebagai penyanyi, pencipta lagu, aktris, dan figur budaya yang dihormati lintas generasi. Lagu-lagu ciptaannya seperti “Kupu- Kupu Malam”, “Bing”, dan “Marilah Kemari” telah menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia.

Pada 2008, ia juga masuk ke dalam jajaran 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa oleh majalah Rolling Stone Indonesia. Penghargaan sekaligus mengukuhkan pengaruhnya sebagai legenda musik di Indonesia. 

“Kementerian Kebudayaan menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi Titiek Puspa dan turut mendoakan agar beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya. (mia)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore