
KM Nelayan, kapal yang ditumpangi oleh nelayan yang terdampar di Thailand.
JawaPos.com - Empat nelayan asal Aceh yang terdampar di Thailand beberapa waktu lalu akhirnya dipulangkan ke Indonesia. Mereka dijadwalkan tiba di tanah air pada Kamis (30/8) lusa. Mereka terdampar akibat kapal yang digunakan dihantam ombak besar dan diterjang badai.
Proses pemulangan ini, disampaikan Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek kepada JawaPos.com di Banda Aceh, Selasa (28/8). Ia mengatakan, keempat anak buah kapal (ABK) KM Nelayan itu kini masih berada di Thailand.
“Saat ini kita sedang menjajaki untuk pemulangan, dengan jadwal ketibaan di Medan pada 30 Agustus ini,” kata Miftach.
Proses pemulangan keempat warga Aceh ini, menggunakan pesawat atau maskapai penerbangan. Sebelumnya, pihak Angkatan Laut Thailand sudah menanyakan terkait kondisi kapal yang digunakan nelayan ketika berlayar ketika itu. Hasilnya tidak memungkinkan kembali lewat jalur laut.
“Dari Angkatan Laut Thailand menyampaikan bahwa, dengan ukuran kapal tersebut, apabila berlayar ke Aceh akan berbahaya. Selain juga kondisi kapal yang saat ini masih rusak,” tambahnya.
Miftach menambahkan, berdasarkan hasil pembicaraan terakhir dengan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand, pemulangan empat nelayan Aceh ini harus melalui Medan, Sumatera Utara (Sumut). Ini merupakan saran dan masukan dari pihak terkait di Thailand.
“Karena pihak imigrasi Thailand mengarahkan untuk penerbangan melalui Bangkok ke Indonesia. Dari Bangkok tidak ada (pesawat, red) yang langsung ke Banda Aceh hanya ke Medan yang ada," jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, sebuah kapal nelayan asal Aceh bernama KM Nelayan bersama empat orang krunya terdampar hingga ke kawasan Thailand. Sebelumnya, nelayan ini diketahui berangkat dari Pelabuahan Lampulo, Banda Aceh, Selasa (14/8) sekira pukul 14.00 WIB.
Keempat ABK kapal ini masing-masing Arifin, asal Gampong Desa Maju Simeulu Timur; Muhammad, asal Gampong Pulo Bungong Batee, Pidie; Dedi Surianto dan Dendi R, keduanya asal Kabupaten Aceh Barat Daya. Arifin diketahui sebagai nahkoda kapal.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
