Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 September 2018 | 01.10 WIB

Kerap Mengigau Minta Pulang, Kini Kangen Sekolah dan Ingin Jadi Polisi

Kabag Sumda Polres Malang Kompol Yuliati (tengah) saat memberikan sepeda dan helm kepada LB, Senin (24/9) - Image

Kabag Sumda Polres Malang Kompol Yuliati (tengah) saat memberikan sepeda dan helm kepada LB, Senin (24/9)

JawaPos.com- LB, siswa kelas 4 sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Pakisaji, Kabupaten Malang menjadi korban penculikan beberapa waktu lalu. Dia dibawa kabur oleh gurunya sendiri, Sobirin, 44. Selama empat hari tiga malam, LB hidup di tengah hutan Lembah Pani yang berjarak belasan kilometer dari pusat keramaian.


Dian Ayu Antika Hapsari-Malang


Bocah berusia sembilan tahun itu tampak semringah saat menyambut kedatangan rombongan tim trauma healing dari Polres Malang, Senin siang (24/9). Dengan sopan, LB langsung mencium tangan semua tamu yang datang ke rumahnya. JawaPos.com turut menyaksikan bagaimana tim tersebut berusaha memulihkan kondisi psikologis sulung dari dua bersaudara tersebut.


Polisi tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa sebuah sepeda. Senyum langsung mengembang dari bibir LB saat menerima sepeda itu. Bocah itu langsung girang bukan main. ”Makasih bapak dan ibu polisi,” ujar LB, polos.


Tidak hanya sepeda, LB juga dapat bonus helm. Helm itu dipakaikan langsung oleh Kabag Sumda Polres Malang Kompol Yuliati.


Sepeda itu memang sengaja dihadiahkan oleh polisi. Pasalnya, sepeda lawas LB masih ditahan sebagai barang bukti oleh polisi. Saat akan diculik, LB diberitahu oleh Sobirin bila sepedanya hilang.


Padahal, sepeda itu tidak pernah hilang. Sobirin hanya menyembunyikan sepeda di rumah salah seorang kenalannya. LB menurut saja saat Sobirin mengajaknya untuk mencari sepedanya. Selanjutnya, LB justru dibawa ke tengah hutan.


Keceriaan LB itu jelas berbeda saat dirinya pertama kali ditemukan oleh tim pencari dari Polres Malang, Sabtu lalu (22/9). Kala itu, bocah kelahiran 3 Februari 2009 itu lebih banyak diam. Raut wajahnya menunjukkan rasa trauma yang mendalam. Saat itu dia lebih memilih menghindari orang asing, termasuk wartawan.


Di rumahnya yang sederhana, LB tampak gayeng berinteraksi dengan para polisi. Terutama polwan yang menjadi penyidik dalam kasus penculikan tersebut.


Bahkan dengan nada tegas tanpa keraguan, dia menjawab setiap pertanyaan dari Dokpol Polres Malang, dr Anita. Anita bertanya apakah LB masih merasa kesakitan. "Nggak ada yang sakit," kata LB dengan nada lugas.


Dia menceritakan, selama dilarikan oleh Sobirin, dirinya diajak berjalan kaki dengan jarak yang jauh. Guru kesenian ekstrakurikuler musik itu mengajak LB blusukan masuk hutan, menaiki bukit, menuruni lembah.


Sobirin kemudian menemukan tempat yang pas untuk menyembunyikan LB. Di sana dia mendirikan tenda untuk berteduh ala kadarnya. "Naik turun gunung, kuat aku. Nanti besar aku ingin jadi polisi," ucap LB.


Ya, LB sekarang bermimpi jadi polisi. Bocah yang menggemari musik itu melihat bagaimana polisi dibantu warga menyelamatkannya dari Sobirin. "Aku harus sehat untuk jadi polisi," tambahnya.


Sementara itu sang ibu, Alfia, 34, mengatakan, kondisi anaknya saat ini sudah jauh lebih baik dibanding saat ditemukan polisi. Dengan wajah sendu, Alfia bercerita, kala itu kondisi putra sulungnya sangat memprihatinkan. Namun dia lega anaknya bisa kembali dengan selamat.


Ketika malam tiba, saat terlelap, LB kerap mengigau. Di tengah-tengah tidurnya, LB ngelindur ingin pulang. "Aku anak ayah dan ibu, balikno aku mulih. Omahku ndek cedeke omahe Pak Geng (Aku anak ayah dan ibu, kembalikan aku pulang. Rumahku di dekat rumahnya Pak Geng-Moh Geng Wahyudi, salah satu tokoh masyarakat setempat-,Red)," kata Alfia menirukan ucapan LB. 

Editor: Dida Tenola
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore