
Ilustrasi mata ang rupiah.
JawaPos.com - Patroli anti politik uang yang digelar Bawaslu Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) membuahkan hasil. Empat caleg diduga membagi-bagikan duit kepada pemilih pada masa tenang. Inisial mereka yakni MS, NV, TN dan NL.
Sebelum dirilis Bawaslu, Selasa (16/4) sore, informasi yang beredar di masyarakat sempat simpang-siur. Kabarnya telah terjadi operasi tangkap tangan (OTT) di Banjarmasin.
"Bukan OTT. Tapi temuan dugaan praktik politik uang. Jangan disamakan dengan OTT versi KPK. Kami tidak sehebat itu," kata Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banjarmasin, Subhani, dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Selasa (16/4).
"Karena di lapangan kami cuma mendapati barang buktinya saja. Berupa amplop dan uang yang sudah dibagikan orang-orang suruhan kepada masyarakat. Jadi, bukan menangkap tangan calegnya," imbuhnya.
Serangan fajar itu terjadi terpisah. MS dan NV beraksi pada Senin (15/4) malam di sebuah kawasan di Banjarmasin Tengah. Tindakan tercela itu terendus berkat laporan warga. Panwaslu kecamatan setempat langsung bergerak.
Dari penyisiran lokasi, MS dan NV memang tidak ada di tempat. Tapi Panwaslu menemukan amplop berisi uang Rp50 ribu. Di dalamnya juga diselipkan selebaran kampanye.
"Lengkap dengan foto caleg, nama, dan logo partainya," sebutnya.
Peristiwa kedua dari Banjarmasin Timur, Rabu (16/4) sore. Patroli Panwaslu kecamatan kembali menemukan hal serupa. Kali ini nominalnya lebih besar. "Isi amplopnya variatif. Antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu," tukasnya.
Bawaslu kini terus mengumpulkan bukti-bukti. Jika kajian menyatakan kasus ini cukup kuat, bisa diplenokan. Guna dilimpahkan ke Sentra Gakkumdu. Keempat caleg itu sekarang diancam tindak pidana pemilu. Terkait politik uang pada masa kampanye, masa tenang, maupun pada hari pemungutan suara.
"Diduga melanggar Pasal 523 Ayat (2) Undang-Undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Ancamannya penjara paling lama empat tahun. Ditambah denda maksimal Rp48 juta," pungkasnya.
Sementara itu, koalisi organisasi masyarakat sipil menyerukan pemilu damai dan bersih di Kalsel. Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalsel, Samahuddin Muharram mengimbau pemilih melupakan amplop yang terlanjur diterima.
"Mau Rp 300 ribu atau cuma Rp 50 ribu. Ketika di bilik suara, coblos lah sesuai pilihan hati," serunya pada acara kopi darat di Banjarmasin, Selasa (16/4) sore.
Sebagai mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel, Samahuddin paham betul. Politik uang sudah membudaya. Orang tak lagi malu-malu membicarakannya.
"Bahkan banyak yang mengaku menunggu diserang," imbuhnya.
Rekannya, Taufik Arbain membeberkan hasil survei pada Oktober 2018 di Kalsel. Sebanyak 60 persen responden menyatakan akan menerima amplop yang diberikan timses. Sebagian besar responden berasal dari kelas ekonomi bawah.
Yang menarik, mayoritas responden menegaskan takkan mematuhi suruhan si pemberi uang. "Istilah orang Banjar adalah menjarai (menghukum). Ambil duitnya, jangan coblos orangnya," jelas Taufik.
Ironisnya, ketika ditanya apakah mereka akan mendiamkan atau melaporkan serangan fajar tersebut, sangat sedikit yang menjawab iya. "Pada dasarnya, mereka menghindari terlibat masalah," imbuhnya.
Taufik mengibaratkan praktik politik uang seperti jaringan terorisme. "Anda tangkap sel bawahnya, pasti putus. Tidak akan terungkap sampai sel atas," tukasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
