
Peserta Peace Train Indonesia (PTI) kunjungi gedung PCNU Kabupaten Temanggung. Heru Suyitno/Antara
JawaPos.com–Sebanyak 15 pemuda lintas agama mengikuti Peace Train Indonesia (PTI) di Temanggung pada 15–17 Januari. Kegiatan itu diselenggarakan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP).
Salah satu penggagas PTI Ahmad Nurcholish seperti dilansir dari Antara di Temanggung mengatakan, PTI merupakan program jalan-jalan membawa sejumlah pemuda lintas iman untuk menciptakan ruang perjumpaan agar mereka saling berinteraksi.
”Mereka bisa berbagi pengalaman, berbagi cerita sehingga di antara mereka saling mengenal dan memahami kemudian tumbuh rasa toleransi,” kata Ahmad Nurcholish.
Ahmad Nurcholish yang juga Deputi Direktur ICRP itu mengharapkan, mereka selanjutnya saling bergandeng tangan dalam merawat kebhinnekaan dan mewujudkan perdamaian.
Menurut dia, Temanggung sudah direncanakan sebagai lokasi PTI. Namun, ada salah satu ormas yang menolak kemudian dialihkan ke Wonosobo. Oleh karena itu, PTI ke-11 atau pertama di tengah pandemi itu bisa direalisasikan di Temanggung.
”Di Temanggung ini, kami bisa belajar banyak hal. Salah satunya di Dusun Krecek, Kaloran, ada komunitas Buddhis Jawa yang mungkin hanya ada beberapa tempat seperti itu, karena biasanya orang Jawa itu muslim atau Kristen dan sebagainya,” kata Ahmad Nurcholish.
Dia menjelaskan, melalui program itu, peserta belajar bersama tentang merawat kebhinnekaan, hidup bertetangga dengan orang-orang yang berbeda dengan semangat toleransi dan perdamaian.
Selain itu, kata dia, memberikan pengalaman kepada para peserta yang berangkat dari berbagai kota dengan latar belakang agama yang berbeda untuk bisa belajar menimba ilmu dan pengalaman dari tempat-tempat yang dikunjungi.
Sebanyak 15 peserta tersebut, berasal dari Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan (Banten), Pontianak (Kalbar), Tomohon (Sulut), Madura (Jatim), Magelang, Salatiga, Temanggung (Jateng), Jogjakarta, dan Bandung (Jabar).
Selama di Temanggung, para peserta PTI selain mengunjungi Dusun Krecek juga mengunjungi PCNU Temanggung, Gereja Santo Petrus Paulus, kelenteng, Kalisat (Sapto Dharmo), Pabrik Radio Kayu Magno dan Sepeda Bambu, Situs Liyangan, Kandang Jaran, dan Rumah Kita.
Oleh karena kegiatan itu dilaksanakan pada masa pandemi, Ahmad Nurcholish menambahkan, peserta PTI dibatasi 15 orang, sedangkan kegiatan serupa sebelumnya setiap kali penyelenggaraan kuotanya 40 orang.
”Memang kami sudah konsultasi ke Satgas Covid-19, boleh menyelenggarakan kegiatan ini tetapi mesti dibatasi, karena itu hanya 15 orang atau 20 orang bersama panitia,” ujar Ahmad Nurcholish.
Meskipun terjadi pandemi Covid-19, kegiatan merawat kebhinnekaan dan perdamaian jangan sampai berhenti. Aktivitas mengelola kebhinnekaan dan upaya mewujudkan perdamaian, lanjut Ahmad Nurcholish, menjadi hal penting di tengah pandemi.
Laurentinus, peserta dari Tomohon mengatakan, PTI menjadi wadah perjumpaan dengan teman baru dari berbagai latar belakang. ”Saya akan membawa nilai perdamaian ke Tomohon dan membagikannya dengan teman-teman di daerah saya,” kata Laurentinus.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/B4VXBHk9Pig

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
