Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Januari 2019 | 23.52 WIB

Jadi Jalur Tengkorak, Kawasan Flyover Kretek Dirombak

PROYEK JALAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melihat kondisi di flyover Kretek, Brebes, Kamis (17/1). - Image

PROYEK JALAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melihat kondisi di flyover Kretek, Brebes, Kamis (17/1).

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana membangun jalan baru di bawah flyover Kretek, Paguyangan, Brebes. Langkah ini diambil menyusul sering terjadinya musibah kecelakaan yang mengakibatkan timbulnya banyak korban jiwa di sana.


Semisal, di tahun 2018 kemarin saja sudah terjadi 2 kecelakaan yang menyita perhatian publik. Kejadiannya serupa, yakni kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk muatan serta sejumlah kendaraan lain hingga menimbulkan banyak korban jiwa berjatuhan. Tepatnya pada bulan Mei dan Desember tahun lalu.


Pemicu kecelakaan di sana pun serupa. Bermula dari truk bermuatan overload yang nekat melintas di atas flyover tersebut. Tak bisa menahan beban, akhirnya kendaraan mengalami kendala dan berujung pada kecelakaan.


Tingginya intensitas kecelakaan di lokasi tersebut juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diterjunkan ke lokasi tersebut melakukan investigasi.


Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian Pemprov Jateng. Gubernur Ganjar Pranowo bahkan di sela kunjungan kerjanya selama dua hari di Brebes, menyempatkan diri untuk melihat secara langsung kondisi flyover yang baru difungsikan pada 2017 lalu.


"Akan buat jalur baru kendaraan berat nantinya tidak lewat atas (flyover). Desember sudah lelang tinggal penetapan, Senin besok kita rapatkan termasuk PT KAI kita minta dukungannya agar kita lebih cepat untuk menyelamatkan warga agar warga merasa aman," kata Ganjar, Kamis (17/1).


Politisi PDIP itu membeberkan, pembangunan flyover Kretek awalnya untuk mengurai kemacetan di lokasi tersebut. Memang, kemacetan langsung teratasi semenjak flyover dibangun. Namun, siapa sangka persoalan lainnya muncul.


Lebih jauh, selain pembuatan jalur baru tersebut, pemerintah memastikan bakal mengoptimalkan jembatan timbang di Ajibarang. Ia meminta petugas di sana serius untuk melarang kendaraan overload melintasi flyover Kretek. 


Karena menurut penuturan warga sekitar, masih saja ada pengemudi truk yang diam-diam melintas di sana saat malam hari. "Saya minta dipasang CCTV sehingga dapat dideteksi dan diambil tindakan," tegasnya.


Opsi untuk melancarkan tindakan represif dimungkinkan guna mengatasi sopir dan pengusaha nakal. Kata Ganjar, mereka-mereka yang tetap nekat melintas meski membawa muatan berlebih, bakal disanksi tegas. Kalau perlu nanti akan kami cabut izin usahanya.


"Saya minta kepada masyarakat, taati aturan, ikuti sesuai ketentuan, sehingga bisa mengurangi risiko dari kecelakaan," tandasnya.


Sementara, Kabid Reservasi Direktorat Jenderal Bina Marga Balai VII, Birviq Ady S menjelaskan, jalan baru alternatif yang dibangun nanti letaknya di bawah flyover Kretek. Difungsikan sebagai jalur bagi truk-truk bermuatan berat. "Jadi nanti truk bermuatan berat tidak boleh lewat atas, tapi lewat jalan baru yang akan kami bangun," ucapnya.


Untuk proses pembangunannya, kata Ady, hingga kini sudah berjalan. "Proses sudah berjalan, tinggal nunggu kontrak saja," tutupnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore