
KOPDAR. Sejumlah driver
JawaPos.com - Para mitra atau driver(s) transportasi online Gojek menumpahkan segala keluh kesahnya pada acara Kopdar Sosialisasi Program Anti 'Fake GPS' di Kafe Babah, Jalan Merdeka Barat, Selasa (14/8) siang. Mereka mengaku sangat kesal dengan adanya driver yang menggunakan aplikasi 'fake GPS' atau dalam bahasa gaul mereka adalah 'tuyul'.
Menanggapi hal itu, Driver Community Gojek Perwakilan Pusat, Rangga menyatakan permohonan maaf bila pihaknya terkesan abai dalam masalah ini.
"Dari manajemen pusat, kami memohon maaf kepada para driver yang sudah bekerja jujur. Kami ingin kisruh ini bisa diselesaikan. Karena kami juga menyatakan bahwa 'fake GPS' itu sangat dilarang. Karena bisa menimbulkan berbagai gesekan," ujar Rangga dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Rabu (15/8).
Gesekan dimaksud yaitu kekecewaan pelanggan kepada driver pengguna 'tuyul' karena lamanya menjemput pemesan. Berikutnya adalah terjadinya perpecahan sesama driver.
"Karena itulah, kami mengumpulkan para mitra di sini untuk memberitahu bahwa kami akan merilis program anti 'fake GPS'. Kalau tidak malam ini, mungkin besok," kata Rangga yang disambut tepuk tangan meriah oleh para driver.
Program itu, menurut Rangga, akan dirilis lewat notifikasi pada aplikasi milik para driver. Isinya adalah notifikasi peringatan bagi para driver nakal untuk tidak berbuat curang.
"Sementara sanksi yang akan dijatuhkan adalah pembayaran bonus akan ditahan. Bila melanggar lagi, maka akunnya akan dibekukan. Bila masih terus melanggar, maka akan diputus kemitraannya," jelas Rangga kembali disambut meriah para driver.
Rangga mengatakan, bahwa aturan ini sudah diterapkan di beberapa kota besar, yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan dan Lampung. Alasannya adalah 'fake GPS' sudah menjadi masalah besar di kota-kota ini.
"Tentu sistem ini akan kami kembangkan terus hingga bisa digunakan di seluruh kota di Indonesia," ungkap Rangga.
Namun Rangga kembali menyatakan bahwa saat akan diujicobakan di Pontianak, ternyata tuyul ini telah memantik perpecahan. Dalam hal ini, Rangga mewakili Gojek kembali memohon maaf atas kisruh ini. Rangga juga memohon kepada para driver yang hadir untuk tidak berbuat anarkis.
"Para pengguna tuyul juga saudara satu Gojek. Ada baiknya kita bicara baik-baik dengan mereka. Ajak mereka kembali ke jalan yang lurus. Kami ingin jadi penengah dan berusaha transparan dalam masalah ini," ucap Rangga.
Di akhir sambutannya, Rangga menyatakan terima kasih kepada mitra Gojek yang tetap jujur dalam menjalankan tugas dan berjanji akan terus mengejar pelaku pengguna tuyul.
Terpisah, salah satu driver bernama Suhaimi menjelaskan beberapa keluhan yang disampaikan dalam kegiatan tadi.
"Keponakan saya juga dulunya pernah menggunakan tuyul ini. Setelah saya nasehati, dia pun sadar. Sebenarnya dari tuyul inilah muncul yang namanya tembak," jelas pria yang akrab disapa Pak Usu ini.
Menurutnya, karena tuyul berkeliaran maka sesama mitra pun memikirkan tentang cara untuk menaikkan performa. Akhirnya lahirlah cara tembak tersebut.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
