Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juni 2021 | 02.53 WIB

Gubernur Akui Rumah Sakit Jatim Mulai Penuh

Tenaga kesehatan di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya saling menyemangati. Dok. JawaPos - Image

Tenaga kesehatan di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya saling menyemangati. Dok. JawaPos

JawaPos.com–Angka bed okupansi rate (BOR) atau ketersediaan kamar tidur di rumah sakit di Madura kembali meningkat. Artinya, kamar tidur bagi pasien Covid-19 mulai langka.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, di RS Syamrabu, Bangkalan, BOR sudah sangat tinggi. ”BOR ICU sebesar 82 persen. Kalau BOR rumah sakit ada di bawah 60 persen. Bahkan 38 persen,” terang Khofifah pada Senin (14/6).

Di sisi lain, dia mengakui, varian B 16172 Covid-19 dari India sudah ditemukan di Surabaya. Varian itu menjadi penyebab lonjakan kasus di Kudus, Jawa Tengah.

”Dari Unair. Pagi tadi (14/6) saya dapat info dari rektor. Dari 24 genom sequencing, sudah keluar 3. Terkonfirmasi ada mutasi B 16172,” jelas Khofifah.

Varian itu, kabarnya diderita pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia. Hanya saja, dia belum mendapatkan konfirmasi kontak erat mereka.

”Kami masih cek. Saat ini masih kami pastikan asal negara. Saya ingin menegaskan bahwa mereka masuk ke Indonesia menggunakan international flight. Mereka mendarat di Juanda,” kata Khofifah.

Bila mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, PMI melakukan serangkaian tes yang dikoordinasikan KKP atau Kantor Kesehatan Pelabuhan dan juga Danrem (Komando Resor Militer).

”Kemudian semua karantina di Asrama Haji Surabaya. Insya Allah aman. Soalnya mereka dijemput setelah swab negatif,” ujar Khofifah.

Akan tetapi, Khofifah menyayangkan beberapa PMI yang memilih masuk Indonesia dengan jalur darat. Mayoritas PMI yang melakukan perjalanan darat adalah PMI yang bekerja di Malaysia.

”Jadi mereka dari Johor Baru lewat Batam. Kemudian naik pesawat ke Juanda. Artinya, domestic flight nggak masuk ke satgas kepulangan PMI,” terang Khofifah.

Untuk itu, pihaknya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan BNPB. Salah satu upayanya adalah pengetatan titik. ”Saya minta kepulangan PMI tanpa international flight. Begitu juga dengan pelabuhan,” kata Khofifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore