Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2020 | 10.41 WIB

Rapid Test Dua Buruh Rokok Tulungagung Asal Kota Kediri Reaktif

Warga membantu memberikan bahan pokok untuk keluarga yang melakukan isolasi mandiri di Kota Kediri, Jawa Timur. Isolasi dilakukan setelah hasil rapid test klaster buruh linting Pabrik Rokok Simustika di Tulungagung tersebut reaktif. Antara - Image

Warga membantu memberikan bahan pokok untuk keluarga yang melakukan isolasi mandiri di Kota Kediri, Jawa Timur. Isolasi dilakukan setelah hasil rapid test klaster buruh linting Pabrik Rokok Simustika di Tulungagung tersebut reaktif. Antara

JawaPos.com–Dua warga Kota Kediri, Jawa Timur, diketahui reaktif saat rapid test, sehingga total ada 14 orang reaktif dari klaster buruh linting pabrik rokok Simustika di Tulungagung. Dua orang reaktif dari rapid test itu yakni satu dari Kelurahan Tinalan dan satu lagi Kelurahan Bandar Lor.

”Ini semua klaster Tulungagung (buruh linting pabrik rokok Simustika di Tulungagung), jadi total ada 14 orang,” kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar seperti dilansir dari Antara di Kediri.

Dia mengatakan, dua orang buruh pabrik rokok itu dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri dan satu orang dirawat di RSUD Gambiran Kota Kediri. Pihaknya juga mengingatkan warga untuk selalu berhati-hati saat keluar rumah dengan selalu mengenakan masker, sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona.

”Saya ingatkan seluruh warga Kota Kediri untuk hati-hati jika keluar rumah, disiplin menggunakan masker supaya paling tidak bisa mengurangi penularan. Dan yang bisa di rumah, di rumah saja,” ujar Abdullah Abu Bakar.

Sementara itu, seorang warga diketahui menjadi orang tanpa gejala (OTG). Warga Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota Kediri, itu melakukan isolasi mandiri setelah hasil rapid test miliknya reaktif.

Kepala Puskesmas Ngronggo Raya Mulyasari mengatakan, warga sekitar resah dengan kondisi tersebut, kendati masih belum ada hasil swab. Warga resah karena positif meski baru dari rapid test. Warga berinisiatif untuk menutup satu gang di depan rumah OTG tersebut.

Joko, salah seorang perangkat kelurahan mengatakan terdapat enam rumah yang terdiri dari 7 KK di dalam gang tersebut. Rumahnya saling berhimpitan dan masih berkerabat sehingga kemungkinan untuk tertular sangat besar. Isolasi dilakukan demi mencegah penyebaran virus korona, namun warga juga gotong royong membantu menyediakan bahan pokok untuk penghuni rumah tersebut. Selain itu, donasi juga terkumpul yang dibelanjakan. Selain bahan pokok juga sabun hingga elpiji.

”Karena ditutup, penghuninya tidak boleh keluar masuk, maka kami berinisiatif untuk menyediakan kebutuhan. Belanjaan tersebut diletakkan di ujung gang dan warga yang mengisolasi diri mengambilnya,” kata Joko.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=oRUJKBFt6CY

 

https://www.youtube.com/watch?v=Fx1-tEKpS70

 

https://www.youtube.com/watch?v=ZVYDzxryK1Q

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore