Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Desember 2018 | 17.14 WIB

Pemkot Makassar Berdayakan Warga Sebagai Intel

Kompolotan begal pemotong tangan korban saat diamankan di Mapolrestabes Makassar beberapa waktu lalu. - Image

Kompolotan begal pemotong tangan korban saat diamankan di Mapolrestabes Makassar beberapa waktu lalu.

JawaPos.com - Kejahatan jalanan mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Terutama menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. Berbagai langkah antisipasi telah dilakukan guna mengurangi kekhawatiran masyarakat dalam merayakan momen pergantian tahun.


"Tidak ada jalan lain, kami harus lawan ini (kejahatan jalanan) dengan melibatkan masyarakat. RT dan RW khususnya penasihat wali kota, saya akan jadikan mereka semacam intelijen untuk membantu kepolisian," kata Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto di Makassar, Selasa (4/12).


Momen pergantian tahun biasanya kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan aksi. Hal itu bercermin dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya.


"Kalau saya buat dalam diagram dari kejahatan ini, tidak lain dari waktu-waktu pengumpulan uang dan waktu-waktu orang membutuhkan uang. Biasanya pelaku ada kebutuhan untuk pesta-pesta jelang ini (tahun baru). Maka meningkat kebutuhannya. Pada saat bersamaan, akhir tahun kebutuhan semakin meningkat dan di situlah kejahatan meningkat," terang pejabat yang akrab disapa Danny Pomanto itu.


Pada 2018, tren kejahatan di kawasan perkotaan terbilang menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Khususnya menjelang akhir tahun. Namun untuk jenis kejahatannya, tahun ini lebih sadis dibandingkan sebelumnya.


"Tahun ini lebih sadis karena ada yang sampai potong tangan korban. Ini jelas sangat mengkhawatirkan, luar biasa. Makanya kami lakukan cara-cara sederhana untuk bantu kepolisian. Mulai dari level RT dan RW, penasihat wali kota untuk aktif menjadi sensor sosial," terang Danny.


Dibandingkan dengan daerah lain, di Makassar sendiri penanganan khusus pelaku kejahatan jalanan terbilang cukup masif. Seperti kasus yang baru-baru ini terjadi. Yakni, pelaku begal yang memotong tangan korbannya. Dalam waktu 4 hari, para pelaku berhasil diamankan pihak kepolisian.


"Itu artinya apa, bahwa semua infrastruktur perkotaan bisa dengan cepat membantu kepolisian untuk mengungkap. Misalnya ada CCTV di beberapa sudut kota sampai informasi masyarakat dan lain-lain. Makanya kami koordinasi juga terus dengan kepolisian khusus untuk penanganan pelaku di momen akhir tahun nanti," pungkas Danny Pomanto.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore