Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Desember 2017 | 17.45 WIB

JAFF Hadir di Taman Budaya Yogyakarta

Pembukaan JAFF di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat (1/12) malam. - Image

Pembukaan JAFF di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat (1/12) malam.

JawaPos.com - Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) resmi dibuk di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat (1/12) malam. Acara bertemakan "Fluidity" digelar hingga 8 Desember diberbagai tempat seperti Taman Budaya Yogyakarta, Cinema XXI, CGV Cinemas, dan Tebing Breksi.


Beberapa program utama JAFF 2017 akan dihadirkan. Seperti Program Asian Feature yang merupakan kompetisi film panjang Asia termasuk Indonesia. Even ini yang akan merebutkan Golden Hanoman Award, Silver Hanoman Award, NETPAC Award dan Geber Award. Kemudian Program Light of Asia diperuntukan untuk pemutaran serta kompetisi film pendek Asia.


Ada pula Program JAFF-Indonesian Screen Awards yang hadir sebagai pengembangan dari JAFF The Face of Indonesian Cinema. Program ini sebagai wujud apresiasi dan penghargaan film Indonesia, baik untuk film panjang maupun pendek.


Tidak sekadar menghadirkan program pemutaran film, JAFF juga menyediakan ruang untuk komunitas film di nusantara. Interaksi yang hangat akan dinaungi oleh program Community Forum. Kemudian Program Public Lecture juga hadir sebagai wadah diskusi.


Menghadirkan pembicara yang andal pada bidangnya mulai dari pemutaran film, distribusi hingga mengelola riset perfilman, akan menambah pengetahuan para penikmat film. Seperti Garin Nugroho, Mira Lesmana, Reza Rahadian, Wregas Bhanuteja, hingga Tony Rayn.


Selain itu, penyelenggaraan JAFF turut menampilkan beberapa program baru. Salah satunya Jogja Future Project yang merupakan program kolaborasi JAFF dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).


Program ini ditujukan untuk 10 proyek film panjang terpilih untuk dapat mengikuti pertemuan one-on-one meeting dengan para pelaku industri film profesional dari Indonesia dan Internasional. "Mempertahankan film Indonesia di kancah Internasional itu tidak mudah. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Asian Festival Film," kata Indah Wahyu Suliyastini dari Bekraf.


Sementara Sukamoto dari Japan Foundation mengungkapkan, perhelatan festival film seperti ini diharapkan bisa mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Jepang yang pada 2018 mencapai usia 60 tahun.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore