
Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar
JawaPos.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar), Buya Gusrizal Gazahar kembali meradang. Setelah menolak tegas konsep Islam Nusantara di Ranah Minang, Gusrizal merasa namanya dicatut untuk kepentingan politik.
Nama lulusan Al-Azhar Mesir itu masuk salah satu dari 21 orang tokoh Sumbar sebagai Dewan Penasehat Pengurus Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi (FKRPJ) Sumbar 2019. FKRPJ telah dikukuhkan Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi (Rejo), Sidarto Danusubroto di Kota Padang, Kamis (2/8).
Buya Gusrizal menegaskan, dirinya tidak tahu-menahu tentang FKRPJ tersebut. Ia menduga, pencatutan namanya sebagai Dewan Penasehat FKRPJ Sumbar adalah cara mengalihkan perhatian umat dari sikap MUI Sumbar terhadap Islam Nusantara.
"Pencatutan nama dalam relawan seperti ini, sangat tidak beradab. Wahai masyarakat Minangkabau, lihatlah perlakuan mereka yang tidak malu melakukan perbuatan nista," kata Buya Gusrizal dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Kamis (2/8) sore.
Gusrizal menghimbau, agar masyarakat tidak mempercayai orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. "Karena mempertahankan prinsip hidup Ranah Minang, saya pun difitnah. Ketahuilah, Ketua MUI tidak berpolitik kekuasaan, hanya berpolitik keummatan dalam konsep al-Siyasah al-Syar’iyyah," tegas dosen ushul fiqh itu.
Selain nama Buya Gusrizal, sejumlah nama beken juga tertera dalam jajaran Dewan Penasehat FKRPJ. Diantaranya, Buya Masoed Abidin, Tuanku Bagindo H M Letter, Syofwan Karim Elha, Hendra Irwan Rahim, Ganefri, Tafdil Husni, Musliar Kasim, Eka Putra Wirman, KH Zainal, Duski Samad, Tuanku Mudo Ismet, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Boy Lestari Datuk Palindih, Insanul, Ramal Saleh, Manaon Lubis, Rizaldi Algamar, Benny Muchtar, Yurdin, dan Haynes Ade.
Terkait penolakan Buya Gusrizal Gazahar, Ketua FKRPJ Sumbar 2019, Mayjen TNI (Purn) Hartind Asrin membenarkan, jika Buya memang tidak menghadiri pengukuhan tersebut. Namun, sudah dihubungi melalui telepon seluler.
"Tapi, prinsipnya bebas. Alim ulama, cerdik pandai, ninik mamak masuk. Kalau nggak mau, ya nggak apa-apa. Kita tidak maksa, kalau tidak mau, ya nanti kita coret," kata dia kepada wartawan di Padang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
