
Komunitas Me mories of Gombloh. (DIMAS MAULANA/JAWA POS)
Gombloh mengemas lirik-liriknya –baik yang kelam, satire, maupun nasionalis– dalam bahasa yang lugas, tapi tetap santun. Bisa dibilang, Gombloh adalah cerminan arek Suroboyo.
FAHMI SAMASTUTI, Surabaya
---
REMY Wicaksono, putra semata wayang almarhum Gombloh, tak punya terlalu banyak kenangan tentang sang ayah. Maklum, maestro musik itu berpulang saat Remy baru berusia balita.
’’Di keluarga dan kata orang-orang, buat almarhum Bapak keluarga itu nomor satu. Dulu pernah ada cerita, Bapak sudah di studio, tapi pulang ke rumah karena katanya belum pamit sama saya,” kenang Remy.
Berbeda dengan sang ayah, Remy tidak bermusik. Dia mengaku pernah membentuk band saat SMA. ’’Tapi, namanya anak SMA, ngeband waktu itu buat seneng-seneng. Pengen sebenarnya meng-cover lagu Bapak, tapi karena belum nemu temen yang cocok, jadi ya nggak lanjut,” ujar pria yang kini tinggal di Sidoarjo itu.
Dia sangat mengapresiasi komunitas dan musisi yang masih melestarikan karya almarhum Gombloh. ’’Saya dan keluarga berterima kasih sekali karena banyak orang yang masih mengingat almarhum,” imbuh Remy.
Bagi banyak orang, Gombloh memang tak lepas dari Kugadaikan Cintaku. Alias, ’’di radio’’. Lagu itu menjadi percobaan pertama pemilik nama asli Soedjarwoto tersebut di genre arus utama.
’’Tapi, nggak bisa dimungkiri, memang banyak yang kenal almarhum dari di radio, baru ngulik lagu dari album-album sebelumnya,” ungkap Guruh Dimas Nugraha, anggota komunitas Memories of Gombloh (MoG) yang juga penulis biografi Revolusi Cinta dari Surabaya.
Sama seperti Gombloh, pria yang akrab disapa Dimas itu juga akhirnya ’’membenci” Kugadaikan Cintaku maupun rilisan populer mendiang. Bukan tak suka, namun lagu-lagu itu dinilai menenggelamkan karya terdahulu Gombloh. Baik sebagai solois maupun saat masih tergabung di Lemon Tree’s Anno 69. Di era itu, mendiang melahirkan lagu-lagu yang lebih kritis, patriotik, dan punya tema tak biasa.
Contohnya, Tetralogi Fallot, lagu yang judulnya merupakan nama untuk kelainan jantung bawaan pada bayi baru lahir. Juga B.K., lagu subtil yang didedikasikan untuk Bung Karno yang rilis di era Orde Baru.
Serta, lagu-lagu tentang para pekerja seks komersial yang judulnya memuat nama. Juga karya berbahasa Jawa. MoGers, sebutan anggota MoG, Affandy Willy Yusuf dan M. Nurul Huda menilai, liarnya tema dan lirik lagu itu tak terlepas dari referensi bacaan dan musik Gombloh yang luas.
’’Yang orang juga nggak tahu, selain musisi yang hebat, Gombloh itu produser dan penulis lagu yang sangar. Berkibarlah Bendera Negeriku itu karya dia, meski yang membawakan musisi lain,” ungkap Yus, sapaan Affandy Willy Yusuf.
Huda menambahkan, Gombloh pun mengemas lirik-liriknya –baik yang kelam, satire, maupun nasionalis– dalam bahasa yang lugas, tapi tetap santun. ’’Mungkin ini juga yang membuat beliau enggak pernah kena kritik keras pemerintah waktu itu. Juga lebih banyak pendengarnya ketimbang duo dari Lemon Tree’s lainnya, seperti Leo Kristi dan Franky Sahilatua,” imbuhnya.
Pegiat budaya Surabaya Dhahana Adi Pungkas juga menilai, Gombloh adalah cerminan arek Suroboyo. ’’Kalau kita dengarkan, lagunya Gombloh itu pakai bahasa yang lugas. Tidak sastrawi seperti katakanlah Leo Kristi atau Ebiet G. Ade. Dan, itu mewakili kultur Surabaya yang terus terang, blak-blakan, dan apa adanya,” ujar pria yang akrab disapa Ipung itu.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
