Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Desember 2017 | 18.25 WIB

Kembalinya Tradisi Giliran Dalam Pengangkatan Panglima TNI

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

SUKSESI di tubuh TNI akhirnya terjadi juga. Tinggal menunggu waktu, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo segera menyerahkan tongkat komando panglima TNI kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Diajukannya Hadi ke DPR untuk menjadi panglima TNI memang tidak mengejutkan.


Banyak yang mengatakan bahwa saat ini memang giliran TNI-AU untuk menjadi panglima TNI. Tradisi giliran itu terjadi sejak zaman kepemimpinan B.J. Habibie. Saat itu presiden ke-3 RI tersebut mengangkat Laksamana TNI Widodo A.S. sebagai panglima TNI untuk menggantikan Jenderal TNI Wiranto. Kemudian, tongkat komando panglima TNI kembali ke TNI-AD dengan diangkatnya Jenderal TNI Endriartono Sutarto pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, hingga awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


SBY kemudian meneruskan tradisi giliran dengan mengangkat Marsekal TNI Djoko Suyanto sebagai panglima TNI. Itu juga sejarah baru. Sebab, di era Orde Baru, TNI-AU seperti mengalami diskriminasi, imbas peristiwa 1965. Setelah TNI-AU, panglima TNI kembali dipegang TNI-AL, yakni Laksamana TNI Agus Suhartono. Lalu diberikan lagi kepada TNI-AD, Jenderal TNI Djoko Santoso.


Presiden Jokowi sempat tidak melanjutkan tradisi dengan kembali menyerahkan tongkat komando panglima TNI kepada TNI-AD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Sempat muncul anggapan bahwa tradisi giliran sudah berakhir. Ternyata, tradisi itu diteruskan Jokowi dengan mengusulkan KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai panglima TNI.


Publik sekarang juga menduga-duga ke mana Gatot setelah lengser? Di akhir masa jabatannya, Gatot dinilai melakukan banyak manuver politik. Beberapa kali pernyataan Gatot ke media massa juga mengesankan adanya syahwat politik.


Sebenarnya apa yang dilakukan Gatot tidaklah mengejutkan. Banyak jenderal yang berpolitik setelah pensiun. Nama mantan panglima TNI juga sudah biasa masuk ke bursa survei calon presiden. Misalnya Wiranto, Endriartono Sutarto, Moeldoko, Djoko Suyanto, dan Djoko Santoso.


Kini tugas Hadi untuk mewarnai TNI. Hadi memang dipersiapkan Jokowi untuk menjadi panglima TNI. Keduanya dekat sejak Jokowi menjabat wali kota Solo. Kemudian, Jokowi menunjuk Hadi sebagai sekretaris militer. Lalu berlanjut menjadi Irjen Kemenhan. Saat pergantian KSAU, Jokowi tidak mengangkat Wakasau, melainkan menunjuk Hadi. Mungkin saja TNI-AU tertunda menjadi panglima TNI karena menunggu Hadi memenuhi syarat terlebih dahulu.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore