
Ilustrasi
Meski bukan kejadian yang pertama, tertangkapnya pilot Lion Air Maesa Soemargo karena mengisap sabu-sabu sungguh mengejutkan. Si pilot dicokok polisi di sebuah hotel di Kupang, Nusa Tenggara Timur (4/12). Pertanyaannya, kok ya bisa seorang pilot mengonsumsi barang haram seperti itu? Narkoba jelas sangat berbahaya bagi siapa saja yang mengonsumsinya. Terlebih untuk seseorang yang punya profesi vital seperti pilot.
Bayangkan apa jadinya kalau pilot menerbangkan pesawat dalam kondisi ”fly”. Ratusan nyawa penumpang menjadi taruhannya. Memang, pesawat terbang adalah moda transportasi yang dilengkapi teknologi canggih. Fitur-fitur keamanan sangat detail dan lengkap. Tapi, tetap saja ada pilot yang bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan. Kalau pilotnya nggak bener, nyawa ratusan penumpang terancam.
Tidak mudah menjadi pilot. Harus melewati pendidikan yang ketat. Seleksinya pun tidak main-main. Ketika naik pesawat, pilotlah tumpuan harapan untuk membawa kita ke tempat tujuan dengan selamat. Karena tanggung jawabnya yang begitu besar, seorang pilot diganjar bayaran tidak sedikit. Maskapai penerbangan pun menempatkan pilot sebagai karyawan paling penting.
Pilot Maesa bisa jadi hanya oknum. Masih banyak pilot yang hebat dan bersih dari narkoba. Yang pasti, semua instansi terkait harus bertindak mencegah kejadian serupa. Pihak maskapai harus memastikan bahwa pilot-pilot mereka dalam kondisi fit ketika bertugas. Pemeriksaan kesehatan secara rutin wajib dilakukan secara serius. Bukan sekadar rutinitas untuk menggugurkan kewajiban.
Regulasi tes kesehatan pasti ada di setiap maskapai. Masalahnya, apa hal itu sungguh-sungguh dijalankan? Bisa jadi memang dijalankan, tapi tidak maksimal. Bisa jadi memang dilakukan tes kesehatan, tapi ala kadarnya. Celakanya adalah bila pemeriksaan kesehatan kepada pilot dan kru penerbangan itu ternyata sering diakali. Seharusnya enam bulan sekali, misalnya, dijalankan hanya setahun sekali.
Ingat, ada nyawa yang dipertaruhkan dalam setiap rute penerbangan. Pengawasan terhadap kru pesawat harus ekstraketat. Utamanya kepada pilot. Kalau pihak maskapai tidak memiliki iktikad baik untuk memeriksa kesehatan krunya, pemerintah harus turun tangan. Badan Narkotika Nasional (BNN) wajib turun gunung. Kalau penumpang saja diperiksa sedemikian ketat sebelum naik pesawat, hal yang sama harus dilakukan kepada pilot dan kru yang lain.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
