Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Maret 2020 | 16.23 WIB

Bila Jakarta Terpaksa Diisolasi, Perpadi Usulkan Karantina Wilayah

Pekerja memanggul beras di Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Pemerintah Indonesia melalui Perum Bulog memastikan bahwa stok beras di seluruh wilayah Indonesia aman hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Foto: Dery Ridwansah/ J - Image

Pekerja memanggul beras di Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Pemerintah Indonesia melalui Perum Bulog memastikan bahwa stok beras di seluruh wilayah Indonesia aman hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Foto: Dery Ridwansah/ J

JawaPos.com - Terus bertambahnya kasus Korona di Indonesia terutama di Jakarta membuat sejumlah pihak menyarankan pemerintah melakukan lockown. Namun, sebagian kalangan juga mengusulkan untuk karantina wilayah.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Umum Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras), Billy Haryanto mengatakan, apabila pemerintah terpaksa melakukan karantina, sebaiknya yang dilakukan adalah karantina wilayah, bukan lockdown.

Pasalnya dengan karantina wilayah, distribusi logistik seperti beras masih bisa berjalan. "Sebaiknya karantina wilayah saja, karena distribusi beras masih bisa berjalan. Kalau lockdown, masyarakat tidak bisa kemana-mana dan di rumah saja," kata dia lewat keterangan tertulisnya, Senin (30/3).

Billy sapaan karibnya mengatakan bahwa karantina wilayah hanya membatasi pergerakan orang dari satu wilayah ke wilayah lainnya, dan tidak membatasi pergerakan distribusi barang. "Jadi di perbatasan wilayah nantinya para sopir truk yang membawa beras tinggal menunjukan kartu pas," katanya.

Keberlangsungan pedagang beras menurut billy menjadi penting disaat situasi 'krisis' seperti sekrang ini. Karena peredaran beras di Jabodetabek 98 persen dipegang swasta. Selain itu banyak pekerja informal yang menggantungkan hidupnya dari distribusi beras.

"Kecuali Bulog ( pemerintah) yang pegang mau dilockdown juga engga masalah. Harus diingat, perhatikan kuli di pasar Cipinang rata-rata dari luar DKI, Serang dan Karawang," katanya.

Berbeda apabila pemerintah memberlakukan lockdown, pengusaha beras di daerah tidak akan mengirimkan berasnya ke Jakarta. Karena mereka khawatir beras tidak akan masuk karena pemberlakukan karantina total. Selain itu, diksi lockdown, menurut Billy terkesan menakutkan bagi masyarakat

"Lockdown kan dikunci total, sopir sopir truk yang membawa beras takut bila statusnya lockdown, karena beras tidak akan masuk. Arus logistik jadi terganggu. Dan kalau dengar kata lockdown, masyarakat jadi takut," katanya.

Menurut Billy distribusi beras menjadi sangat penting. Karena di pasar induk beras Cipinang, ketersediaan beras hanya cukup untuk 25 hari ke depan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore