Peristiwa ini bermula ketika rombongan anak kelas 6 SD menyeberang jalur rel kereta api. Dalam insiden tersebut, salah satu anak dari kelompok warga tertabrak kendaraan.
Perselisihan antara orang tua murid tak terhindarkan hingga berujung pada bentrokan yang memakan korban luka.
"Ya kronologinya mungkin kemarin malam Kamis. Anak-anak nyebrang rel, anak sebelah ketabrak. Anak-anak kelas 6 SD. Orangtuanya ribut antarwarga, puncaknya semalam. Karena semalam ada terluka,” ujar Ngasri, Jumat (21/8).
Gagal Damai Akibat Provokasi Pihak Luar
Pihak kelurahan sebenarnya telah berupaya menengahi konflik tersebut. Namun, upaya mediasi formal yang digelar di Kantor Kelurahan Bukit Duri tidak berumur panjang.
"Tadi sempat didamaikan kembali di kelurahan saya panggil. Sepuluh menit keluar dari kelurahan, di lokasi pecah," ungkap Ngasri.
Ia menegaskan, bentrokan di area rel kereta tersebut tidak sepenuhnya melibatkan warga lokal. Ia mengindikasikan adanya keterlibatan massa dari luar wilayah Bukit Duri yang memperkeruh suasana.
"Ada provokasi dari pihak luar. Bukan banyak warga Bukit Duri," tegasnya.
Meski sempat memanas, situasi di lokasi kejadian saat ini dipastikan telah terkendali.