
Tegar Saputra (TS) di rumahnya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (1/7). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kasus penyekapan dan pemasungan tiga pekerja di percetakan Mau Print, Senen, Jakarta Pusat, membuka tabir kelam dugaan praktik perbudakan modern. Tegar Saputra (TS), salah satu korban, membeberkan kronologi mengerikan saat dirinya dituduh mencuri limbah plat cetak hingga berujung pada penyiksaan, pemerasan puluhan juta rupiah, dan ancaman patah tulang oleh sang bos. Insiden ini bahkan memicu atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Tegas menceritakan, mulanya ia bersama dua rekannya, Muhamad Rafli Jaelani (MRJ) dan Adit Saputra (AS), mengumpulkan limbah plat bekas yang tidak diambil oleh pelanggan. Bagi para pekerja di sana, mengumpulkan sisa plat adalah hal yang lumrah dilakukan.
Limbah tersebut kemudian dijual seharga Rp 700.000. Masalah memuncak ketika manajemen perusahaan meminta uang tersebut dikembalikan sebesar Rp 500.000. Karena para korban tidak mampu membayar sisa kekurangan yang hanya Rp 200.000, pemilik perusahaan langsung menuduh mereka melakukan pencurian besar.
Baca Juga:Alasan Influencer Daerah Jadi Sasaran Utama Spam Judi Online, Bisa Jangkau Penonton Lebih Banyak
"Awalnya saya dituduh mencuri limbah plat cetak. Setelah itu saya mengalami kekerasan bersama teman-teman saya. Saya kemudian dibawa ke rumah dan dipermalukan di depan warga sekitar," ujar Tegar saat ditemui di kediamannya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (1/7).
Secara sepihak, pihak manajemen mengklaim mengalami kerugian fantastis hingga Rp230 juta. Mereka memaksa para pekerja yang hanya berstatus buruh lepas ini untuk menandatangani surat pernyataan ganti rugi sebesar Rp50 juta per orang sebagai uang tebusan.
"Permintaan Rp50 juta itu berlaku untuk setiap orang. Padahal yang diambil hanya limbah plat yang nilainya sekitar Rp200 ribu," kata Tegar. Ia menambahkan, uang hasil penjualan itu telah ia gunakan untuk keperluan anggota keluarganya yang sedang sakit.
Sebelum uang tebusan lunas, Tegar, Adit, dan Rafli disekap di lantai dua dan tiga gedung perusahaan. Kaki mereka dililit sling kabel baja dan dirantai besi yang digembok. Selama berhari-hari dalam kondisi lemas, salah satu tersangka bahkan melarang office boy (OB) memberikan makanan kepada mereka.
Tak hanya siksaan fisik, intimidasi psikologis pun dilancarkan oleh adik pemilik perusahaan.
"Ada ancaman. Adik pemilik perusahaan, Albert, mengancam kalau saya tidak membayar Rp50 juta maka tangan saya akan dipatahkan. Teman-teman saya juga mendapat ancaman yang sama," ungkap Tegar, yang sudah dua tahun bekerja di sana dengan upah minim Rp500 ribu per bulan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
