
Ilustrasi penyekapan. (Antara)
JawaPos.com - Pelarian dua pelaku penyekapan sadis terhadap tiga pekerja percetakan di kawasan Bungur, Senen, Jakarta Pusat, akhirnya kandas. Pihak kepolisian bergerak cepat meringkus kedua tersangka setelah aksi tidak manusiawi mereka terbongkar.
Polsek Senen mengonfirmasi penangkapan dua pria berinisial AI, 41, dan S, 46. Keduanya diduga kuat menjadi eksekutor utama yang menginterogasi, melakukan kekerasan fisik, hingga mengawasi ketiga korban selama hampir tiga pekan penyekapan.
Kapolsek Senen, Kompol Widodo Saputro, mengungkapkan bahwa penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya dugaan penyekapan di Jalan Kalibaru Timur pada Jumat (26/6). Saat digerebek, polisi menemukan kondisi korban yang sangat memprihatinkan.
"Pada saat petugas yang mendatangi lokasi menemukan tiga korban dalam kondisi kaki diborgol dan diikat menggunakan tali baja serta rantai besi," ujar Widodo.
Berawal dari Tuduhan Sepihak dan Pemerasan
Kasus mengerikan ini menimpa tiga pemuda berinisial TS, 24, MRJ, 20, dan AS, 19. Pihak perusahaan menuduh TS mencuri pelat cetak, yang kemudian menyeret dua rekan kerjanya. Bukannya menempuh jalur hukum resmi, pihak manajemen justru menyekap ketiganya secara ilegal.
Tak hanya mengurung korban, para pelaku juga memanfaatkan situasi ini untuk memeras pihak keluarga. Mereka meminta uang tebusan fantastis sebesar Rp50 juta per orang dengan iming-iming korban akan langsung dibebaskan. Berharap anggota keluarganya pulang, salah satu orang tua korban bahkan sudah mentransfer uang tersebut. Namun, janji manis pelaku ternyata palsu.
"Salah satu keluarga korban telah menyerahkan uang tersebut, namun korban tetap tidak dilepaskan dan masih disekap," ucap Widodo menambahkan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, AI dan S memiliki peran yang sangat krusial dalam pelarian dan penyiksaan korban. Keduanya bertindak sebagai penjaga sekaligus "algojo" di dalam ruang penyekapan.
"Dari hasil penyelidikan sementara, kedua terduga pelaku memiliki peran dalam menginterogasi korban, melakukan kekerasan berupa tamparan, menjaga korban selama penyekapan, serta melakukan mediasi dengan pihak keluarga korban," jelas Widodo.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
