
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan. (Istimewa)
JawaPos.com - DKI Jakarta mencatat angka inflasi yang cukup rendah pada Mei 2026, yakni hanya sebesar 0,12% (month-to-month/mtm). Angka ini menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,21% (mtm). Tingkat inflasi Jakarta ini jauh lebih rendah daripada rata-rata inflasi nasional yang berada di angka 0,28% (mtm).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan menjelaskan, capaian positif ini menjadi bukti tangguhnya ekonomi Jakarta di tengah gempuran ketidakpastian global.
"Secara tahunan, inflasi DKI Jakarta pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,49% (yoy), paling rendah di antara semua provinsi di Jawa dan lebih rendah dibandingkan nasional yang sebesar 3,08% (yoy). Perkembangan ini mencerminkan inflasi yang tetap terkendali di tengah kenaikan administrated price yang terimbas kenaikan harga minyak dan energi global yang meningkat," ujar Iwan Setiawan dikutip Rabu (3/6).
Dampak Konflik Geopolitik dan Harga BBM Nonsubsidi
Melonjaknya harga energi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah diakui menjadi pemicu utama tekanan inflasi. Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memaksa adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri pada awal Mei lalu.
Selain BBM, sektor transportasi juga ikut menyumbang inflasi akibat kenaikan harga avtur serta tingginya permintaan tiket pesawat menjelang libur panjang Idul Adha dan Waisak. Kelompok transportasi mencatat laju inflasi sebesar 0,55% (mtm).
Tak hanya itu, harga bahan bakar rumah tangga nonsubsidi seperti LPG juga mengalami penyesuaian sejak 18 April 2026. Ini merupakan kenaikan pertama sejak November 2023, yang akhirnya mendorong inflasi kelompok perumahan dan energi sebesar 0,09% (mtm).
Harga Cabai Melonjak, Emas Perhiasan Jadi Penyelamat
Baca Juga: Marcos Santos Terkunci! Arema FC Enggan Gonta-ganti Pelatih, Akan Rekrut Analis Video dari Malang
Di sektor pangan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 0,25% (mtm). Kenaikan ini dipicu oleh meroketnya harga cabai merah dan bawang merah akibat pasokan yang terbatas dari daerah sentra produksi, di tengah tingginya permintaan menjelang Idul Adha.
Harga minyak goreng juga terpantau naik imbas lonjakan harga CPO global dan mahalnya biaya kemasan plastik. Namun, untungnya lonjakan ini berhasil diredam oleh anjloknya harga daging ayam ras, telur ayam, udang basah, hingga tomat yang sedang mengalami surplus pasokan.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
