
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo. (Takzia Royyan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran 109 tiang pancang proyek monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Rabu (14/1). Langkah ini bukan sekadar pembersihan "fosil" proyek masa lalu, tapi juga di klaim dapat menurunkan kemacetan di sana.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkan, pembongkaran ini akan memperluas jalan di jalan Rasuma Said. Dengan begitu, akan menghilangkan jalur cepat dan jalur lambat disana.
"Jadi hasil asesmen kami, dengan ada penambahan satu lajur cepat nantinya dan kemudian dihilangkan pemisah, median pemisah, ini akan ada perbaikan sekitar 18% unjuk kerja jaringan di Rasuna Said ini. Jadi akan ada peningkatan unjuk kerjanya 18%," ujar Syafrin di lokasi, Rabu (14/1).
Dengan hilangnya median jalan dan tiang tersebut, jalur cepat akan bertambah luas, sehingga botol leher (bottleneck) yang sering terjadi di titik-titik tiang bisa teratasi.
Syafrin memastikan tidak akan ada penutupan jalan total selama proses pengerjaan. Pengerjaan dilakukan pada mulai pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB.
"Jadi rekayasa lalu lintasnya adalah pertama tidak ada penutupan jalan. Dan karena pekerjaannya itu pada malam hari, dan sesuai rencana bahwa nantinya akan ada pemotongan tiang, itu rencana satu tiang satu malam," jelas Syafrin.
Meski begitu, Syafrin menyoroti kebiasaan pengendara yang sering memperlambat laju kendaraan hanya untuk melihat proses konstruksi.
Ia pun mengimbau agar pengendara tetap memacu kendaraannya dengan normal agar tidak memicu antrean di belakang. Untuk menjaga kelancaran, sebanyak 30 personel gabungan dari Dishub dan Satpol PP disiagakan setiap malam di lokasi pengerjaan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (Bang Yos), serta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DK Jakarta Patris Yusrian Jaya memantau langsung proses pembongkaran.
Pramono menjelaskan, sebanyak 109 tiang yang tersebar di sepanjang Jalan Rasuna Said akan dipotong secara bertahap. Biaya pembongkaran tiang monorel hanya menghabiskan anggaran berkisar Rp 254 juta. Kemudian nantinya akan dilakukan penataan trotoar, jalan, saluran air dan taman dengan anggaran sekitar Rp102 miliar.
"Kemudian untuk penataan secara keseluruhan nanti ada jalan, ada selokan ada taman kemudian ada pendestrian diperkirakan Rp102 miliar. Sehingga sekaligus saya ingin meluruskan bahwa yang Rp100 miliar itu bukan motongnya, motongnya hanya Rp254 juta rupiah," terangnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
