
ILUSTRASI: Upah Minimum Provinsi (UMP).
JawaPos.com - Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2026 memasuki babak krusial, khususnya terkait besaran kenaikan.
Hingga Senin malam (22/12), Dewan Pengupahan DKI Jakarta masih belum mengetok palu karena adanya perbedaan tajam mengenai besaran angka kenaikan UMP.
Terdapat tiga usulan berbeda yang kini berada di meja perundingan, yakni dari unsur pengusaha (Apindo), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan serikat buruh.
Ketidaksepakatan ini berakar pada perbedaan penggunaan indeks tertentu atau alpha sebagai dasar perhitungan kenaikan upah. Berikut adalah rincian perbandingannya:
- Pengusaha (Apindo): Mengusulkan alpha 0,55, sehingga angka UMP 2026 berada di level Rp5.675.585.
- Pemprov DKI Jakarta: Mengambil jalan tengah dengan usulan alpha 0,75 atau sebesar Rp5.729.876.
- Unsur Buruh: Menuntut 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dengan angka mencapai Rp5.898.511.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa para buruh tidak akan mundur dari angka yang mencerminkan realitas kebutuhan hidup saat ini.
Menurutnya, penggunaan indeks alpha yang rendah tidak akan cukup menopang daya beli masyarakat.
"Untuk DKI Jakarta, posisi buruh jelas. Upah minimum harus 100 persen KHL, atau sekurang-kurangnya menggunakan alpha 0,9 dengan kenaikan sekitar 6,9 persen. Jangan paksa buruh hidup di bawah kebutuhan riil," ujar Said Iqbal, Senin (23/12).
Said Iqbal juga menyoroti daerah lain seperti Kabupaten Bekasi dan Pasuruan yang sudah menetapkan kenaikan di atas 6,5 persen.
Ia meminta para Gubernur untuk tidak mengubah rekomendasi kenaikan yang sudah diusulkan Bupati dan Wali Kota di daerah masing-masing.
"Kami meminta para gubernur tidak mengubah keputusan bupati dan wali kota yang sudah menetapkan kenaikan upah minimum dengan indeks alpha 0,9. Angka-angka yang sudah diputuskan menunjukkan kenaikan di atas 6,5 persen, dan itu wajar serta masuk akal," tambahnya.
Sebagai bentuk pengawalan terhadap penetapan upah ini, ribuan buruh dipastikan akan turun ke jalan. Aksi serentak dijadwalkan berlangsung mulai Selasa (23/12) hingga 30 Desember 2025 di seluruh kantor Gubernur se-Indonesia.
Gelombang protes ini bertujuan mendesak kepala daerah agar berpihak pada keadilan upah dengan menetapkan indeks alpha 0,9.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Real Betis di Liga Spanyol: Tuan Rumah Kesulitan Menang!
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs NEC Nijmegen di Kualifikasi Liga Champions: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Sabah vs Hapoel Be'er Sheva di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
