Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19.09 WIB

Sidik Jari Sulit Dikenali! Polda Jatim Minta Keluarga Korban Serahkan Foto Terbaru untuk Identifikasi Jenazah

Sidik Jari Sulit Dikenali! Polda Jatim Minta Keluarga Korban Serahkan Foto Terbaru untuk Identifikasi Jenazah. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)

JawaPos.com - Tim DVI Polda Jawa Timur meminta keluarga korban tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, untuk menyerahkan foto terbaru sebagai data pendukung.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan, pihaknya menerima 9 kantong jenazah korban Ponpes Al Khoziny pada Jumat (3/10)

”Dari jumlah tersebut (hingga Jumat, 3 Oktober 2025 pukul 22.05 WIB) lima jenazah telah diidentifikasi,” tutur Kombes Pol Khusnan kepada awak media di RS Bhayangkara, Jumat malam (3/10).

Meski demikian, tim DVI Polda Jatim masih perlu pendalaman untuk memastikan indentitas jenazah. Karena itu,  foto-foto terbaru dari keluarga korban akan membantu mempercepat proses identifikasi.

Lebih lanjut, Khusnan menuturkan jenazah yang diterima, semuanya dalam kondisi utuh. Pakaiannya pun lengkap. Namun, beberapa ciri indentifikasi, seperti sidik hari memang sudah sulit untuk dikenali.

"Korban sudah lebih dari tiga hari pasca kejadian, sehingga pengenalan identitas lewat sidik jari itu sulit, dan proses pemudaran ini wajar pada jenazah (korban bencana)," sambungnya.

Khusnan mengatakan pihaknya telah mengambil 57 sampel DNA dari keluarga korban di posko darurat sejak Kamis (2/10). Ia optimis Tim DVI Polda Jawa Timur bisa melakukan identitas di tengah keterbatasan.

”Kami telah melakukan indentifikasi ini di kasus tenggelamannya kapal di Banyuwangi. Saat itu, kondisi jenazah lebih susah diidentifikasi lantaran terendam air laut. Namun, tim ternyata bisa melakukannya," terang Khusnan.

Dalam kasus ini, jik data pencocokan tak membuahkan hasil karena rata-rata korban berusia di bawah 17 tahun, tim akan melakukan langkah terakhir, yakni tes DNA untuk mendapatkan hasil valid.

”Jadi teman-teman nanti tolong diberi pemahaman ke masyarakat. Jika sudah menggunakan tes DNA, maka itu hasil yang sudah tak terbantahkan. Dan itu sudah menjadi kesepakatan identifikasi forensik internasional," tukasnya.

Kronologi Singkat 
Bangunan Musala tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.

Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Puluhan santri diduga masih terjebak dalam reruntuhan. Tim SAR pun terus berupaya mengevakuasi korban dengan menggunakan alat berat (ekskavator dan crane). 

Hingga Sabtu (4/10) pukul 09.28 WIB, sebanyak 118 orang korban berhasil dievakuasi, baik secara mandiri maupun oleh Tim SAR, dengan rincian 104 selamat dan 14 korban meninggal dunia.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore