Sidik Jari Sulit Dikenali! Polda Jatim Minta Keluarga Korban Serahkan Foto Terbaru untuk Identifikasi Jenazah. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Tim DVI Polda Jawa Timur meminta keluarga korban tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, untuk menyerahkan foto terbaru sebagai data pendukung.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan, pihaknya menerima 9 kantong jenazah korban Ponpes Al Khoziny pada Jumat (3/10)
”Dari jumlah tersebut (hingga Jumat, 3 Oktober 2025 pukul 22.05 WIB) lima jenazah telah diidentifikasi,” tutur Kombes Pol Khusnan kepada awak media di RS Bhayangkara, Jumat malam (3/10).
Meski demikian, tim DVI Polda Jatim masih perlu pendalaman untuk memastikan indentitas jenazah. Karena itu, foto-foto terbaru dari keluarga korban akan membantu mempercepat proses identifikasi.
Lebih lanjut, Khusnan menuturkan jenazah yang diterima, semuanya dalam kondisi utuh. Pakaiannya pun lengkap. Namun, beberapa ciri indentifikasi, seperti sidik hari memang sudah sulit untuk dikenali.
"Korban sudah lebih dari tiga hari pasca kejadian, sehingga pengenalan identitas lewat sidik jari itu sulit, dan proses pemudaran ini wajar pada jenazah (korban bencana)," sambungnya.
Khusnan mengatakan pihaknya telah mengambil 57 sampel DNA dari keluarga korban di posko darurat sejak Kamis (2/10). Ia optimis Tim DVI Polda Jawa Timur bisa melakukan identitas di tengah keterbatasan.
”Kami telah melakukan indentifikasi ini di kasus tenggelamannya kapal di Banyuwangi. Saat itu, kondisi jenazah lebih susah diidentifikasi lantaran terendam air laut. Namun, tim ternyata bisa melakukannya," terang Khusnan.
Dalam kasus ini, jik data pencocokan tak membuahkan hasil karena rata-rata korban berusia di bawah 17 tahun, tim akan melakukan langkah terakhir, yakni tes DNA untuk mendapatkan hasil valid.
”Jadi teman-teman nanti tolong diberi pemahaman ke masyarakat. Jika sudah menggunakan tes DNA, maka itu hasil yang sudah tak terbantahkan. Dan itu sudah menjadi kesepakatan identifikasi forensik internasional," tukasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan Musala tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Puluhan santri diduga masih terjebak dalam reruntuhan. Tim SAR pun terus berupaya mengevakuasi korban dengan menggunakan alat berat (ekskavator dan crane).
Hingga Sabtu (4/10) pukul 09.28 WIB, sebanyak 118 orang korban berhasil dievakuasi, baik secara mandiri maupun oleh Tim SAR, dengan rincian 104 selamat dan 14 korban meninggal dunia.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
