Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 04.31 WIB

Suasana dan Pengakuan Pedagang yang Masih Bertahan di Blok M District Setelah Heboh Biaya Sewa Naik

Banyak kios yang tutup di Blok M District, Jakarta Selatan. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com-Kawasan Blok M District atau Plaza 2 Blok M kembali menjadi sorotan setelah kabar kenaikan biaya sewa kios viral di media sosial. Pantauan JawaPos.com pada Minggu (7/9), suasana di lokasi tersebut tampak lengang. Banyak kios tutup, hanya sisa beberapa saja tenant yang masih bertahan membuka usaha mereka.

Berdasarkan isu yang berkembang, biaya sewa kios di sana dipatok Rp 3 juta per bulan, plus biaya tambahan Rp 1,5 juta. Jika ditotal, pedagang harus menyiapkan Rp 4,5 juta untuk satu kios berukuran 3 meter persegi. Bahkan, bagi pedagang yang menempati tiga kios sekaligus, biayanya bisa mencapai Rp 13,5 juta per bulan.

Namun tidak semua pedagang merasakan kenaikan tersebut. Guntur, pedagang jam tangan yang sudah 30 tahun berjualan di Plaza 2 Blok M, mengaku masih membayar Rp 500 ribu per bulan kepada Koperasi Pedagang Pasar Pusat Melawai (Kopema).

“Kalau saya nggak naik. Kita orang lama di sini. Jadi paling bayar Rp 500 ribu sebulan untuk keamanan, sampah, dan air,” ujarnya saat ditemui JawaPos.com.

Lebih lanjut, ia menyampaikan sebagian besar kios di Plaza 2 Blok M, sebenarnya merupakan milik pribadi dan dikelola oleh Kopema, koperasi yang bertugas menarik iuran hingga membayarkan ke pihak MRT. “Dulu bayarnya ke Blok M Mall, sekarang ke koperasi. Jadi kita setor ke koperasi dulu,” lanjutnya.

Meski tidak terdampak langsung, Guntur mengaku merasakan imbas dari sepinya kios kuliner di Blok M District itu. Padahal sebelumnya, saat tenant makanan ramai dibuka dan ramai pengunjung, tokonya ikut kebanjiran pembeli.

Bahkan, ia mengaku jam operasionalnya ikut menyesuaikan tenant kuliner yang berada di depan kiosnya itu. Lantaran Kedai Ngayamin Blok M biasanya buka sampai pukul 10 malam, kata dia, tokonya pun ikut-ikutan.

Namun saat ini berbeda, ia mengaku sudah menutup kiosnya saat waktu menunjukkan pukul 7 malam. “Waktu ada pedagang makanan, saya ikut buka sampai jam 10 malam. Sekarang sejak pada tutup, jam 7 aja sudah gelap,” tuturnya.

Situasi ini, kata Guntur, mengingatkannya kembali pada masa dirinya berjuang di tengah pandemi Covid-19 lalu. Dia mengaku, kiso-kios di Plaza 2 Blok M hampir seluruhnya gulung tikar. Namun, ia memilih bertahan, meskipun berat.

Guntur pun mengaku sedih lantaran Plaza 2 Blok M terasa kembali ke era pandemi Covid-19. Saat ramai sejak awal tahun 2025, ia mengaku kembali memiliki semangat untuk berdagang. Ternyata sekarang udah sepi karena pada pindah, sedih kita," ujarnya.

"Kita ingat lagi kisah-kisah zaman Covid, begini ini situasinya. Persis kayak gini, enggak ada bedanya. Empat tahun saya sengsara begini. Pas kemarin rame, akhirnya timbul lagi semangat berdagang," ujar pedagang asli Padang ini.

Ia juga mendengar kabar bahwa banyak pedagang hengkang akibat biaya sewa yang melonjak, meski dirinya tidak tahu persis kebenarannya. “Katanya pindah karena biaya sewanya naik, tapi saya nggak ngerti detailnya. Yang pasti kios sudah tutup total,” imbuhnya.

Meski begitu, Guntur tetap optimistis. Ia berharap Plaza 2 Blok M kembali hidup dan dipenuhi pedagang baru. “Ada yang sudah lihat-lihat kios kosong, tapi kapan masuknya saya nggak tahu. Mudah-mudahan cepat ramai lagi,” pungkasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore