Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 23.27 WIB

Kasus Beras Oplosan, Pramono Anung Tunjuk Mantan Pj Gubernur jadi Komut untuk Benahi PT Food Station Tjipinang Jaya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (05/08/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung rombak jajaran komisaris beberapa BUMD Pemprov DKI. Dari beberapa orang yang diangkat, ada nama-nama yang tidak asing. Pertama, di PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Pram mengangkat dua jajarannya di Pemprov DKI, yakni Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Lusiana Herawati menjadi Komisaris Utama dan Kepala Badan Pembina BUMD Syaefuloh Hidayat sebagai komisaris.

Selain itu, Sahrin Hamid, mantan juru Bbicara Anies Baswedan. Pada Pilkada 2024, dukungan Anies kepada Pramono Anung kerap disampaikan melalui Sahrin Hamid. Lalu, ada juga nama Kreshna Putra yang juga diangkat Pram menjadi komisaris Jakpro. Kreshna merupakan politisi Golkar.

Terkait nama-nama itu, Pramono angkat suara. Sebelum memutuskan memberi jabatan, Pram harus mengaku harus mengenalnya terlebih dahulu. ''Saya dalam mengangkat siapapun untuk menjadi komisaris, salah satu pendekatan pertama tentunya saya harus mengenal yang bersangkutan. Yang kedua adalah kredibilitas,'' terangnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, kemarin (5/8). Namun, dia tidak merincikan kredibilitas yang dimaksudnya.

Alasan yang tidak jauh berbeda disampaikannya ketika mengangkat politikus PDI Perjuangan yang juga ketua DPRD DKI dua periode, Prasetyo Edi Marsudi sebagai Ketua Dewan Pengawas PAM Jaya.

''Seperti kemarin kan ditanya waktu sehabis sidang paripurna mengenai kenapa Pak Prasetyo diangkat sebagai ketua Dewan Pengawas PAM? karena memang selama ini beliau ini kan sudah dua periode menjadi ketua DPRD tentunya kan tahu urusan PAM. Dan saya membutuhkan itu,'' katanya. Sebagai informasi, di PAM Jaya itu, adanya Dewan Pengawas, bukan Komisaris.

Demikian juga dengan nama-nama komisaris baru lainnya di BUMD-BUMD lainnya. Pras menyebutkan, pengangkatan itu dilakukan kepada orang-orang yang dikenalnya dan memiliki kapasitas yang sesuai dengan bidang BUMD tersebut. 

Termasuk untuk pengangkatan Teguh Setyabudi yang pernah menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI. Kini dia diangkat menjadi Komisaris Utama PT Food Station Tjipinang Jaya. ''Pak Teguh ini, saya dan Bang Doel (Wakil Gubernur DKI Rano Karno) yang memutuskan kenapa Pak Teguh. Memang dibutuhkan orang dengan kredibilitas dan juga track record yang mumpuni,'' ujar Pram.

Pram menyebut permasalahan beras oplosan yang melibatkan FS Tjipinang Jaya di luar dugaannya. Oleh karena itu, dengan pengangkatan Teguh bisa membenahi salah satu BUMD pangan Jakarta itu. ''Persoalan FS Tjipinang Jaya ini di luar dugaan, sehingga dengan demikian, kami mengambil langkah apa pun penegakan hukum itu menjadi yang utama. Dan yang kedua, segera dilakukan pembenahan FS,'' imbuhnya.

Di lokasi yang sama, Wakil Gubernur DKI Rano Karno membenarkan bahwa pengangkatan Teguh itu bertujuan membenahi FS Tjipinang Jaya. ''Itu (FS Tjipinang Jaya) harus dibenahi, karena itu ditempatkan orang yang benar,'' singkatnya. (rya)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore