Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 14.10 WIB

Bantuan Kartu Jakarta Pintar alias KJP Kini Cair Setiap Bulan, Pemprov DKI Jakarta: Hindarkan Warga dari Jeratan Pinjol dan Rentenir

Pedagang perlengkapan sekolah di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur memasang plang tanda menerima pembayaran menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP). (Hanung Hambara/Jawa Pos Koran) - Image

Pedagang perlengkapan sekolah di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur memasang plang tanda menerima pembayaran menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP). (Hanung Hambara/Jawa Pos Koran)

JawaPos.com – Pemprov DKI Jakarta kini mencairkan dana bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) setiap bulan, bukan dirapel tiap tiga bulan sekali seperti sebelumnya.

Kebijakan ini diambil Gubernur Jakarta Pramono Anung untuk menghindarkan masyarakat dari jeratan pinjaman online (pinjol) maupun rentenir. 

Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim mengungkapkan, perubahan skema pencairan KJP bukan hanya soal teknis, melainkan untuk mencegah masyarakat jatuh ke dalam lingkaran utang.

“Yang tadinya dibagikan 3 bulan sekali, sekarang cairnya 1 bulan sekali. Ini sangat berharga, kenapa? Karena kalau biasanya 3 bulan sekali, sudah kita lakukan riset, akhirnya orang-orang terjerat pinjol,” ungkap Chico saat menghadiri press release survei Ethical Politics dan Astrabuana Sendhang Pranawa di Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (24/6).

Menurutnya, warga kerap terpaksa meminjam uang dari rentenir ataupun pinjol karena menunggu pencairan bantuan yang lama.

“Karena dia menunggu 3 bulan untuk bisa cair, sehingga di bulan ini ‘aduh gue perlu duit’, dia pinjem duit rentenir. Yang bunganya akhirnya ketika 3 bulan dapet, cuma bisa cukup bayar bunganya. Akhirnya kemiskinannya tetep terjaga, gak hilang gitu aja,” lanjutnya.

Chico mengatakan, penambahan kuota penerima manfaat dari KJP Plus juga menjadi prioritas Pramono-Rano. Sehingga dilakukan penambahan hingga 200 ribu penerima. 

“Tadinya hanya 500 ribu penerima manfaat. Dalam beberapa hari Pak Pramono menjabat, itu naik jadi 707.266 penerima manfaat. Jadi naik 200 ribu,” jelasnya.

Chico juga mengungkapkan bahwa dampak dari KJP bukan hanya dirasakan oleh anak sebagai penerima bantuan, tetapi juga seluruh keluarganya. Chico bahkan menyebut bahwa total warga yang terdampak secara positif oleh program ini bisa mencapai lebih dari dua juta jiwa.

“Jadi yang terdampak dengan penerimaan KJP totalnya ada 700 ribu orang adalah 2,1 juta orang minimal. Karena ada satu rumah tangga ya," katanya.

Selain bantuan uang tunai, penerima KJP kini juga bisa menikmati berbagai fasilitas tambahan seperti akses gratis ke tempat wisata dan museum di Jakarta, termasuk Ancol.

“Masuk Ancol itu 3 orang dengan kendaraan Rp 100 ribu lebih. Ini sekarang gratis karena si anak juga boleh dengan pendamping masuk ke tempat-tempat wisata di Jakarta,” ujar Chico.

Diketahui, dalam survey survei Ethical Politics dan Astrabuana Sendhang Pranawa disebutkan masyarakat sangat puas dengan program pemuktahiran KJP yang dilakukan Gubernur Jakarta Pramono Anung. 

"Dilihat dari sisi kepuasan, 92,61% responden merasa puas dengan program pemutakhiran data kartu jakarta pintar," ujar Hasyibulloh Mulyawan Direktur Eksekutif Ethical Politics di lokasi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore