Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juli 2024 | 13.33 WIB

Sebelumnya Meninggal, Ella Nanda Sari Boru Hasibuan Lakukan Operasi Sedot Lemak di Klinik Kecantikan di Depok

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana saat memberikan keterangan pers. (Foto: PMJ News) - Image

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana saat memberikan keterangan pers. (Foto: PMJ News)

JawaPos.com - Polres Metro Depok masih mendalami meninggalnya Ella Nanda Sari Boru Hasibuan. Meninggalnya perempuan asal Medan itu disinyalir akibat dugaan malapraktik dari operasi sedot lemak.

Kapolres Metro Depok Kombes Arya Perdana mengatakan, penyidik telah meminta keterangan awal dari dokter yang menangani sedot lemak terhadap Ella. Menurut dokter tersebut, Ella menjalani sedot lemak di bagian lengan kanan dan kiri. Pada saat penyedotan di lengan kiri berjalan normal. Namun, pada saat di lengan kanan terjadi pendarahan yang membuat Ella harus mendapat pertolongan medis.

"Memang ada di mana pembuluh darahnya pecah sehingga mengakibatkan korban ini harus dirawat intensif dan meninggal dunia pada akhirnya," kata Arya kepada wartawan, Senin (29/7).

Meski begitu, Arya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban karena pecah pembuluh darah. Sebab, hal itu mesti dilakukan pemeriksaan medis mendalam.

"Saya belum bisa menyampaikan meninggalnya karena apa, karena itu hanya dokter yang bisa menentukan itu karena apa, apakah karena pembuluh darahnya pecah lalu meninggal dunia atau yang lain," jelasnya.

Sebelumnya, Ella Nanda Sari Boru Hasibuan, 30, dikabarkan tewas karena diduga menjadi korban malapraktik klinik kecantikan di Depok, Jawa Barat. Ella dikabarkan datang dari Sumatera Utara ke Depok untuk sedot lemak namun berakhir dengan meninggal dunia.

Kapolres Metro Depok Kombes Arya Perdana mengatakan, pihaknya sudah mendengar informasi mengenai peristiwa ini. Penyidik pun telah dikerahkan untjk melakukan pendalaman.

"Kepolisian saat mengetahui kejadian ini melalui media sosial maka langsung melakukan pengecekan kepada pihak klinik baik di TKP maupun pada pihak yang bertanggungjawab," kata Arya kepada wartawan, Sabtu (27/7).

Menurut Arya, pihak keluarga korban belum membuat laporan resmi. Namun, penyidik tetap bergerak untuk memastikan penyebab kematian korban, pasalnya kasus ini bukan delik aduan. "Serta ingin memastikan kapasitas dokter yang melakukan penanganan apakah mempunyai izin dan keahlian di bidang itu atau tidak," jelasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore