Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Oktober 2022 | 04.00 WIB

Jalan Tol BSD Ditutup, Ini Jalur Alternatif yang Bisa Dilewati

Sumber foto: Twitter info tol bsd - Image

Sumber foto: Twitter info tol bsd

JawaPos.com - Jalan Tol BSD ditutup imbas banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta, sejak petang tadi. Mengutip laporan akun Twitter @infotolbsd, penutupan dilakukan karena ketinggian air di Tol BSD mencapai 76 cm. Bahkan sebelumnya ketinggian air sempat mencapai 94 cm pada pukul 18.07 WIB.

"Info terkini pukul 19.56 WIB, ruas tol tol Serpong-Pondok Aren masih ditutup arah Serpong/BSD dan Jakarta untuk semua jenis kendaraan, ketinggian air 76 cm," tulis Info Tol BSD, Kamis (6/10).

Oleh sebab itu, pihak Jasa Marga meminta pengendara yang hendak melintas Jalan Tol BSD dari kedua arah dapat menggunakam jalut alternatif. Pihak Jasa Marga juga meminta maaf atas ketidaknyaman yang terjadi.

Berikut ini jalur alternatif Jalan Tol BSD untuk dari arah Serpong dan Jakarta:

- Pengendara dari arah Serpong menuju Jakarta dapat melalui rute alternatif, yaitu keluar dari Gerbang Tol Parigi atau Tol Jakarta-Tangerang.

- Pengendara dari Jakarta menuju arah BSD dapat melalui Gerbang Tol Ranji, keluar melewati sayap Mal Bintaro Exchange ke arah Bintaro untuk kemudian masuk melalui GT Parigi ke arah Serpong /BSD.

Sementara itu, pada kesempatan yang berbeda, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sempat mengungkapkan penyebab terjadinya banjir di ruas jalan tol Pondok Aren-Serpong atau biasa disebut jalan tol BSD.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengungkapkan banjir di jalan tol BSD disebabkan berkurangnya daerah-daerah penyimpanan air serta adanya penyempitan jalur Sungai Cibenda.

Hedy menyebut, saat pertama kali dioperasikan pada tahun 1999 silam, lokasi di sekitar Tol BSD masih berupa lahan kosong dan aliran Sungai Cibenda memiliki penampang basah yang lebarnya 9 meter.

Namun, perubahan tata guna lahan di sekitar Tol BSD menyebabkan terjadinya perubahan pola aliran Sungai Cibenda yang semula kurang lebih 9 meter, kini menjadi 4,5 meter.

"Akan tetapi, perubahan tata guna lahan di sekitar Jalan Tol Pondok Aren – Serpong menyebabkan terjadinya perubahan pola aliran Sungai Cibenda, sehingga menyebabkan terjadinya genangan yang tercatat terjadi hampir setiap tahun sejak 2019,” kata Hedy kepada wartawan, Rabu (5/10).

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore