Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2020 | 21.58 WIB

Mpok Saraswati Gereget Lihat Potensi Tangsel

Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com Masuknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di kontestasi Pilkada Kota Tangsel 2020 tak dimungkiri sebagai strategi Partai Gerindra menguasai Banten. Apalagi, Gerindra kini selalu tak pernah absen berkoalisi dengan PDIP di hampir semua laga politik lokal.


Hal tersebut terungkap dalam diskusi Metro Talk bertajuk Menyongsong Pemimpin Baru Kota Tangsel di Graha Pena Jawa Pos, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (21/9). Dia menilai, hal tersebut merupakan kewajaran bagi partai politik mana pun. Apalagi, Kota Tangsel merupakan kota yang bisa disebut seksi dari sisi potensi daerah dan pertumbuhannya saat ini.


’’Mana ada partai yang maju tanpa mempertimbangkan soal keberlangsungan maupun juga sustainability, ya. Artinya, keberlangsungan maupun masa depan dari partai itu di tempat itu,’’ ungkap Sara yang belum lama menjabat wakil ketua umum DPP Gerindra.


Sebagaimana diketahui, Kota Tangsel adalah salah satu kota di Provinsi Banten yang selama ini berada dalam kekuasaan dinasti keluarga mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Melalui Partai Golkar, mereka mengusung Airin Rachmi Diany dan sukses memimpin kota otonom pemekaran dari Kabupaten Tangerang tersebut selama dua periode.


Meski demikian, keponakan Ketum Gerindra Prabowo Subianto itu mengungkapkan, dirinya turun di Pilkada Tangsel 2020 bukan semata-mata untuk menandingi Partai Golkar. Perempuan yang akrab disapa Mpok Sara itu mengaku ingin menawarkan perubahan lebih baik di Kota Tangsel.


’’Kalau memang dianggap bahwa satu daerah itu kok kayaknya kami gereget ngelihat potensi saking banyaknya, tapi belum maksimal. Kami pasti mau diberi kesempatan untuk bisa membuktikan bahwa kami bisa membawa perubahan di situ. Nah, kalau misalnya dari segi Banten, ya sudah pasti partai-partai yang mungkin selama ini selalu hadir sebagai challenger gitu mau membuktikan juga. Apakah itu Gerindra, PDI Perjuangan. Karena suara kami kan enggak kecil,’’ katanya.


Sara menyampaikan, dengan dipasangkan dirinya dengan mantan Sekda Tangsel, yakni Muhamad, yang diusung PDI Perjuangan, disimpulkan bahwa PDI Perjuangan juga ingin menancapkan kekuasaannya. ’’Pasti lah kalau dari segi itu ada egonya sedikit untuk bisa hadir di situ, pasti, pasti,’’ ucapnya.


Sebagian besar Kota Tangsel berkembang karena adanya pengembang besar. Banyak klaster eksklusif di dalamnya. Menurut Mpok Sara, hal tersebut menjadi tantangan besar. Selama ini, cukup banyak kesulitan menembus wilayah itu untuk berpartisipasi dalam pilkada.


’’Bagi saya, apalagi karena melihat partisipasi di Tangsel ini cukup rendah hanya 57 persen di Pilkada 2015. Artinya, kami memang ada tantangan yang luar biasa. Kalau saya melihat ini, banyak masyarakat yang tinggal di Tangsel ini satu enggak ber-KTP Tangsel. Kedua, kalaupun mereka ber-KTP Tangsel, banyak yang tidak merasa memiliki Tangsel. Mereka anggap tinggalnya di Tangsel, tapi bukan orang Tangsel. Jadi, hanya nginep. Setelah itu, pergi berangkat kerja di Jakarta,’’ urainya.


Untuk meningkatkan partisipasi itu, Mpok Sara memilih untuk lebih menggunakan media sosial. Sebagian besar dari mereka merupakan pengguna sosial media. Salah satunya, melalui akun Instagram miliknya. Dia kerap melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pilkada itu terjadi tahun ini.


’’GMI melakukan survei secara random di Bintaro ke sekitar 60 anak muda di Bintaro. Hanya lima yang tahu wali kota saat ini namanya siapa. Enggak ngomong calon lho. Hanya 5 di antara 60 yang tahu. Ini tantangannya gila banget. Wali kota yang sudah dua periode lho. Hampir 10 tahun anak mudanya saja enggak tahu, namanya siapa, siapa dia. Jadi, sudah menunjukkan. Kalau buat saya, lebih dari sekadar mau terpilih, tetapi ini bagaimana menggugah untuk minimal berpartisipasi,’’ jelasnya.


Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Ozp38csD6q4

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore