
Photo
JawaPos.com - Setelah bungkam, Flores Sagala akhirnya menampakkan diri. Pengurus yayasan SMA/SMK Prestasi Prima di Cipayung, Jakarta Timur ini pun mendatangi kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) ditemani dengan kuasa hukumnya untuk memberikan keterangan terkait dugaan penculikan anak yang dituduhkan itu.
Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menegaskan tidak ada kasus penculikan terhadap dua anak berinisial RP (11) dan BRL (7) oleh ibu Flores selaku pengurus Yayasan SMA/SMK di Jakarta Timur. "Jadi setelah ayah kandung kedua anak ini meninggal, mereka berdua diwasiatkan oleh kerabat terdekat yaitu Ibu Flores. Kemudian kami panggil kedua anak itu untuk dilakukan interview. Mereka berdua pun lebih memilih untuk hidup bersama ibu asuh dibanding oleh keluarga Ayahnya, " terang Arist, Rabu (19/2).
Arist menyebut, kedua anak tersebut datang ke kantor Komnas PA untuk meminta perlindungan. Setelah ayah kandungnya meninggal, sedangkan ibunya sudah beberapa tahun tidak ada kabar. Selain itu, ayah kedua anak ini pun telah menyerahkan hak asuh kepada Ibu Flores. Kemudian, selain keinginan kedua anak tersebut untuk diasuh oleh Flores, hak asuh atas mereka diperkuat dengan putusan pengadilan yang keluar pada akhir Januari lalu.
"Secara hukum Flores ini sah untuk mengasuh dua anak ini. Karena Flores sudah mendapatkan surat putusan dari pengadilan dan mendapat dukungan dari adik dari ayah kedua anak itu," jelasnya.
Namun, lanjut Arist, pihak keluarga almarhum kedua anak tersebut mengklaim bahwa Flores melakukan penculikan anak. Hal ini pun dibantah oleh Arist. "Yang dibilang Ibu Flores menculik, saya sebut tidak begitu. Karena sudah ada surat penetapan pengadilan atas permintaan anak dan rekomendasi dari Komnas Anak untuk menguatkan wasiat dari mendiang ayah ke dua anak itu," ujarnya.
Sementara, Flores mangaku selama ini bungkam lantaran tidak ingin memperkeruh suasana. Sebab ia sudah menganggap adik dari ayah kedua anak itu sebagai keluarga. Namun, merasa keberatan ia pun melapor balik pihak keluarga almarhum ayah kedua anak tersebut. "Ini sudah tidak benar, dibilang bahwa saya menculik. Saya sudah lapor balik ke Polda atas kasus pencemaran nama baik," kata Flores.
Dikatakan Flores, pada intinya adalah ia tidak menculik dan ini sudah ada suratnya. Kemudian terkait Manomu (paman kedua anak) tidak mengenalnya itu bohong. "Saya katakan kepada Manomu, kalau dia tidak kenal saya itu bohong. Tahun 2014 dia sudah kenal saya, tapi dia bilang tidak kenal saya. Karena dia sudah menghina saya dan sekolah saya, saya sudah menempuh jalur hukum," tegasnya.
Terpisah, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, pihak Tiarma Troida telah mencabut laporan ke Polda Metro Jaya. Sebelumnya, Tiarma Troida tercatat di SPKT Polda Metro Jaya dengan nomor TBL/8183/XII/2019/PMJ/Dit.Reskrimum. Dalam laporan itu, FS diduga melakukan tindak pidana Pasal 330 KUHP yang tentang merebut orang yang belum dewasa dari kuasa yang sah.
"Terlihat laporan dengan nomor TBL/8183/XII/2019/PMJ/Dit.Reskrimum, telah dicabut tanggal 17 Februari 2020 kemarin," katanya.
Diketahui sebelumnya, Manomu dan Rusmala Sitanggang serta keluarganya mendatangi sekolah tempat Flores bekerja. Kedatangannya ke sekolah untuk memastikan dua ponakannya yang dianggap sudah tiga bulan belum pulang. Manomu serta keluarganya mengklaim bahwa dua ponakannya diculik saat proses pemakaman ayah kedua korban pada tanggal 15 November 2019 silam.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
