
Ilustr SOTR
JawaPos.com - Untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, Polda Metro Jaya bakal melaksanakan patroli Sahur on The Road (SOTR). Patroli tersebut akan dilaksanakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya selama Ramadhan.
Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados menyampaikan, langkah tersebut dilakukan oleh jajarannya guna memastikan situasi tetap kondusif, khususnya saat jam-jam rawan dini hari sampai menjelang sahur dan ibadah salat Subuh. Patroli tersebut melibatkan seluruh fungsi kepolisian dalam satu tim terpadu.
”Akan ada tim gabungan yang patroli SOTR setiap hari, gabungan semua fungsi,” kata Robby kepada awak media di Jakarta pada Kamis (19/2).
Tim gabungan itu terdiri atas polantas, personel reskrim, intelijen, samapta, Brimob, sampai binmas. Dengan formasi lengkap tersebut, aparat kepolisian optimistis bisa mencegah potensi terjadinya balap liar, tawuran, konvoi ugal-ugalan, dan aksi kriminalitas jalan yang seringkali terjadi saat SOTR.
Robby mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memetakan titik patroli SOTR tersebut. Namun demikian, pengumuman secara detail terkait dengan lokasi patroli menjadi kewenangan Biro Operasional. Sebab, patroli tersebut merupakan kegiatan terpadu lintas fungsi di Polda Metro Jaya.
”Karena yang mengatur seluruhnya kegiatan (patroli) Sahur On The Road itu menjadi kegiatan terpadu yang dilaksanakan bersama-sama,” jelasnya.
Yang pasti, Robby menyatakan bahwa lokasi patroli tidak satu atau dua titik, melainkan dilaksanakan menyeluruh di semua titik. Petugas kepolisian juga akan bergerak dinamis mengikuti perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan. Sehingga lokasi patroli akan berpindah-pindah.
Ditlantas Polda Metro Jaya juga sudah memprediksi terjadinya perubahan jam rawan macet selama Ramadhan. Baik pagi maupun sore hari. Pemetaan perubah pola tersebut dilakukan melihat hari pertama sampai beberapa hari setelah ibadah puasa berjalan.
Menurut Robby, besar kemungkinan ada perubahan jam rawan macet. Misalnya pagi hari, kerawanan diperkirakan terjadi mulai pukul 09.00-10.00 WIB. Sementara di sore hari, kepadatan lalu lintas bisa jadi lebih awal dan terus berlangsung sampai mendekati waktu berbuka puasa.
”Di pagi hari tentunya dengan kebijakan pemerintah yang melaksanakan kegiatan WFA (Work From Anywhere), termasuk juga kegiatan perkantoran yang dimulai lebih siang, sehingga kemungkinan pergerakan masyarakat lalu lintas itu mungkin kalau di pagi hari antara jam 9 sampai dengan 10,” terang dia.
Khusus sore hari, potensi lonjakan kendaraan dan terjadinya kepadatan arus lalu lintas justru diprediksi terjadi lebih cepat. Keinginan masyarakat untuk berbuka puasa bersama keluarga di rumah yang memicu peningkatan arus lalu lintas lebih awal.
”Karena masyarakat kita banyak yang ingin berbuka puasa bersama keluarga maupun family, kemungkinan besar di jam 2 maupun jam 3 sore sudah mengalami peningkatan kendaraan yang mengarah ke Bekasi maupun ke daerah selatan,” imbuhnya.
Untuk itu, Robby menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan langkah antisipasi dengan menyiagakan personel lebih cepat. Dia memastikan bahwa polisi lalu lintas di Jakarta akan menyesuaikan diri dengan pola aktivitas masyarakat selama Ramadhan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
