
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu (31/12/2025). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)
JawaPos.com - Sebuah insiden memilukan menimpa seorang perempuan penyandang disabilitas netra di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Ia terperosok ke dalam selokan berlumpur sesaat setelah turun dari layanan Transjakarta.
Kejadian ini pun mendadak viral di media sosial dan memicu gelombang kritik pedas dari warganet. Insiden ini menjadi sorotan tajam karena diduga terjadi akibat kelalaian petugas dalam memberikan pendampingan fisik.
Alih-alih mengantar hingga titik aman, petugas dikabarkan hanya memberikan arahan verbal yang berujung celaka bagi korban.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tidak tinggal diam. Ia menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa standar pelayanan bagi warga rentan tidak boleh ditawar-tawar. Pramono pun berjanji akan menegur jajaran manajemen PT Transportasi Jakarta.
"Yang seperti ini tidak boleh terulang kembali. Saya akan memberikan teguran kepada jajaran direksi dan juga manajemen Transjakarta," ujar Pramono di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/1).
Pramono mengingatkan bahwa visi Jakarta sebagai kota global harus dibarengi dengan fasilitas dan pelayanan yang inklusif. Ia juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang mencederai kepercayaan publik tersebut.
"Karena saya sudah berulang kali menyampaikan bahwa hal yang berkaitan dengan disabilitas, Jakarta harus lebih ramah. Dan secara khusus untuk ini saya minta maaf," katanya.
Transjakarta Janji Evaluasi Total SOP
Di sisi lain, pihak manajemen Transjakarta melalui Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat, Tjahyadi DPM, menyatakan penyesalan mendalam. Ia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menghubungi korban untuk memberikan dukungan lebih lanjut.
"Kami menyesalkan kejadian tersebut dan telah berkomunikasi dengan pelanggan. Transjakarta siap memberikan perhatian serta pendampingan kepada pelanggan yang bersangkutan," ungkap Tjahyadi.
Ia menambahkan bahwa saat ini sedang dilakukan investigasi internal untuk membenahi prosedur di lapangan. "Saat ini kami melakukan evaluasi internal dan memperkuat kembali standar pelayanan (SOP) agar kejadian serupa tidak terulang," lanjutnya.
Kronologi Kejadian: Instruksi "Lurus Saja" yang Berbahaya
Berdasarkan kesaksian yang diunggah akun Instagram @wahidgo90, korban awalnya menggunakan layanan Transjakarta Care dan turun di dekat Halte Kejaksaan Agung. Meski sudah meminta bantuan untuk dipandu, korban diduga hanya diberikan instruksi jalan secara lisan.
"Selamat siang, mohon maaf kakak, saudara-saudara ini ada tuna netra turun dari Transcare tadi nggak dianter sama petugasnya. Padahal kata beliau, ini beliau sudah minta tolong dianterin sampai pintunya tapi dari petugasnya bilangnya, mohon maaf katanya tinggal lurus ngikutin aja," tulis pemilik akun tersebut menceritakan kondisi korban setelah terjatuh ke selokan.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
