Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 November 2025 | 00.37 WIB

Sempat Melambat Karena Kerusuhan, Ekonomi Jakarta Diprediksi Meningkat 4,6–5,4 Persen pada Akhir 2025

Bank Indonesia DKI Jakarta mencatat ekonomi Jakarta pada triwulan III 2025 tumbuh 4,96 persen (yoy). (Masria Pane/Jawa Pos) - Image

Bank Indonesia DKI Jakarta mencatat ekonomi Jakarta pada triwulan III 2025 tumbuh 4,96 persen (yoy). (Masria Pane/Jawa Pos)

JawaPos.com–Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi DKI Jakarta akan tumbuh lebih tinggi pada akhir 2025. Setelah sempat melambat di triwulan III, pertumbuhan ekonomi ibu kota diprediksi kembali menguat.

Hal itu seiring meningkatnya konsumsi rumah tangga, akselerasi belanja pemerintah, serta maraknya kegiatan pariwisata dan event internasional di Jakarta.

Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Iwan Setiawan menuturkan, ekonomi Jakarta pada triwulan III 2025 tumbuh 4,96 persen (yoy). Angka itu lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya, sejalan dengan pola tahunan yang memang cenderung melemah pada periode Juli–September.

“Perlambatan di triwulan III ini wajar karena konsumsi masyarakat menurun pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah. Selain itu, minimnya hari libur nasional membuat mobilitas masyarakat menurun,” ujar Iwan.

Selain itu, kerusuhan yang terjadi pada triwulan III juga berdampak terhadap laju konsumsi dan investasi. Hal itu membuat para investor maupun pelaku usaha untuk wait and see atau memilih menunda ekspansi hingga situasi kembali kondusif.

“Jadi, kerusuhan itu menimbulkan ketakutan, menimbulkan keraguan, dan makanya kita harus menyorakkan kedamaian lah, jaga Jakarta, jaga pertumbuhan ekonomi, dan jaga persatuan,” kata Iwan Setiawan.

Data BI mencatat, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 5,01 persen (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya sebesar 5,18 persen. Sementara investasi turun menjadi 3,67 persen (yoy) dari 5,50 persen. Namun, Pemerintah DKI Jakarta mampu menahan perlambatan lebih dalam melalui berbagai langkah cepat.

“Mulai dari pembenahan fasilitas umum, penggratisan transportasi Transjakarta, penambahan bantuan sosial, hingga mendorong penyelenggaraan event besar di Jakarta,” kata Iwan.

Memasuki lima minggu pertama triwulan IV, BI melihat tanda-tanda akselerasi ekonomi mulai terlihat. Maraknya konser musik, event olahraga, serta pameran ekonomi kreatif memperkuat prospek konsumsi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Selain itu, stimulus ekonomi melalui paket kebijakan 8+4+5, diskon tarif transportasi, serta proyek infrastruktur multi-years turut memperkuat momentum pertumbuhan.

“Optimisme masyarakat juga tercermin dari berbagai indikator seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Ekspektasi Konsumen, dan penjualan eceran yang semuanya menunjukkan tren positif,” jelas Iwan.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada akhir tahun akan berada di kisaran 4,6–5,4 persen (yoy).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore