
Bank Indonesia DKI Jakarta mencatat ekonomi Jakarta pada triwulan III 2025 tumbuh 4,96 persen (yoy). (Masria Pane/Jawa Pos)
JawaPos.com–Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi DKI Jakarta akan tumbuh lebih tinggi pada akhir 2025. Setelah sempat melambat di triwulan III, pertumbuhan ekonomi ibu kota diprediksi kembali menguat.
Hal itu seiring meningkatnya konsumsi rumah tangga, akselerasi belanja pemerintah, serta maraknya kegiatan pariwisata dan event internasional di Jakarta.
Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Iwan Setiawan menuturkan, ekonomi Jakarta pada triwulan III 2025 tumbuh 4,96 persen (yoy). Angka itu lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya, sejalan dengan pola tahunan yang memang cenderung melemah pada periode Juli–September.
“Perlambatan di triwulan III ini wajar karena konsumsi masyarakat menurun pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah. Selain itu, minimnya hari libur nasional membuat mobilitas masyarakat menurun,” ujar Iwan.
Selain itu, kerusuhan yang terjadi pada triwulan III juga berdampak terhadap laju konsumsi dan investasi. Hal itu membuat para investor maupun pelaku usaha untuk wait and see atau memilih menunda ekspansi hingga situasi kembali kondusif.
“Jadi, kerusuhan itu menimbulkan ketakutan, menimbulkan keraguan, dan makanya kita harus menyorakkan kedamaian lah, jaga Jakarta, jaga pertumbuhan ekonomi, dan jaga persatuan,” kata Iwan Setiawan.
Data BI mencatat, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 5,01 persen (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya sebesar 5,18 persen. Sementara investasi turun menjadi 3,67 persen (yoy) dari 5,50 persen. Namun, Pemerintah DKI Jakarta mampu menahan perlambatan lebih dalam melalui berbagai langkah cepat.
“Mulai dari pembenahan fasilitas umum, penggratisan transportasi Transjakarta, penambahan bantuan sosial, hingga mendorong penyelenggaraan event besar di Jakarta,” kata Iwan.
Memasuki lima minggu pertama triwulan IV, BI melihat tanda-tanda akselerasi ekonomi mulai terlihat. Maraknya konser musik, event olahraga, serta pameran ekonomi kreatif memperkuat prospek konsumsi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Selain itu, stimulus ekonomi melalui paket kebijakan 8+4+5, diskon tarif transportasi, serta proyek infrastruktur multi-years turut memperkuat momentum pertumbuhan.
“Optimisme masyarakat juga tercermin dari berbagai indikator seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Ekspektasi Konsumen, dan penjualan eceran yang semuanya menunjukkan tren positif,” jelas Iwan.
BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada akhir tahun akan berada di kisaran 4,6–5,4 persen (yoy).

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
